REFLEKSI ATAS PERUBAHAN PENDIDIKAN DARI MASA KE MASA
Sumber gambar: https://share.google/KBXAekVMR3kFHBfOg
Hari Guru Nasional menjadi momentum yang tepat untuk merefleksikan bagaimana pendidikan Indonesia telah berkembang dari generasi ke generasi. Pada awal berdirinya negara, pendidikan masih bersifat sederhana dan bertumpu pada metode ceramah serta pembelajaran dasar membaca, menulis, dan berhitung. Guru memainkan peran sebagai satu-satunya sumber pengetahuan.
Seiring berjalannya waktu, dunia pendidikan mulai berubah. Pemerintah memperkenalkan kurikulum nasional yang semakin dinamis sesuai perkembangan zaman. Guru dituntut mengikuti pelatihan dan pengembangan profesional agar mampu menerapkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif.
Di era globalisasi, tantangan semakin kompleks. Teknologi informasi mengubah cara belajar dan pola interaksi antara guru dan siswa. Guru kini berperan sebagai fasilitator pembelajaran, bukan sekadar penyampai materi. Pembelajaran kolaboratif, berbasis proyek, dan digital literacy menjadi bagian penting dalam proses belajar.
Namun, perubahan ini juga membawa tantangan besar bagi guru. Tidak semua wilayah memiliki akses internet dan fasilitas teknologi yang memadai. Di sinilah refleksi Hari Guru menjadi penting, karena memperlihatkan realitas ketimpangan pendidikan yang masih terjadi di Indonesia.
Selain itu, Hari Guru juga menjadi ajang introspeksi bagi semua pihak: apakah pendidikan kita sudah benar-benar berpihak kepada perkembangan siswa? Apakah kesejahteraan guru sudah sebanding dengan tuntutan yang diberikan?
Refleksi ini mengajarkan bahwa pendidikan adalah perjalanan panjang yang memerlukan komitmen bersama antara guru, pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Guru tidak dapat berjalan sendiri dalam membawa perubahan.
Author: Adinda Budi Julianti
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI