PENTINGNYA SUPERVISI ORANG TUA DALAM EDUKASI HIV/AIDS ANAK SD
Sumber gambar: https://akcdn.detik.net.id/visual/2019/10/17/2c9d1df9-4c68-4db5-a9c7-3795f0fa8bb9_169.jpeg?w=650
Orang tua memiliki peran penting
dalam pendidikan kesehatan anak. Anak sering bertanya hal-hal sensitif yang
memerlukan penjelasan sederhana. Orang tua harus memberikan jawaban jujur dan
sesuai usia. Sikap terbuka membantu anak merasa aman untuk bertanya. Ketika
anak tidak takut bertanya, literasi kesehatan berkembang. Supervisi orang tua
membantu mencegah informasi salah dari luar. Ini menjaga pemahaman anak tetap
benar.
Orang tua juga perlu mengetahui
sumber informasi yang aman bagi anak. Mereka dapat memilih video atau buku
edukatif yang sesuai usia. Pengawasan ini mencegah anak melihat konten yang
menakutkan atau salah. Ketika anak belajar dengan aman, mereka lebih tenang
memahami konsep kesehatan. Orang tua dapat mendampingi anak saat menonton
konten edukatif. Dengan demikian, mereka dapat langsung memberikan klarifikasi.
Supervisi ini sangat penting bagi literasi.
Anak sering meniru perilaku orang
tua. Karena itu, orang tua harus menunjukkan sikap menghargai dan tidak
menstigma penderita penyakit. Sikap positif orang tua akan diikuti anak secara
natural. Anak belajar melalui contoh nyata. Pendidikan sosial menjadi bagian
dari literasi kesehatan. Orang tua yang peduli membuat anak lebih peduli.
Keteladanan memberikan dampak mendalam pada karakter anak.
Diskusi ringan di rumah juga mampu
memperkuat pengetahuan anak. Orang tua dapat memulai dengan pertanyaan
sederhana tentang kesehatan. Dari diskusi, anak dapat mengungkapkan hal yang
membingungkan. Orang tua dapat meluruskan pemahaman yang salah. Interaksi ini
membangun hubungan emosional yang baik. Anak merasa nyaman berbagi cerita.
Diskusi keluarga memperkuat literasi secara konsisten.
Orang tua dan guru harus bekerja
sama dalam memberikan edukasi kesehatan. Ketika komunikasi berjalan baik,
pendidikan anak menjadi lebih efektif. Orang tua dapat mengikuti arahan sekolah
untuk materi tertentu. Kolaborasi ini membuat pesan kesehatan yang diterima
anak menjadi konsisten. Konsistensi sangat penting bagi anak usia SD. Sinergi
antara rumah dan sekolah memperkuat literasi HIV/AIDS. Anak tumbuh lebih sehat
dan percaya diri.
Author:
Adinda Budi Julianti
Editor:
Nadia Anike Putri