Risiko Kerusakan Infrastruktur Jalan akibat Suhu yang Tinggi
Aspal jalan raya di berbagai kota besar Indonesia seringkali mengalami kerusakan lebih cepat akibat panas ekstrem. Suhu permukaan aspal yang terlalu tinggi menyebabkan material tersebut menjadi lebih lunak dan mudah mengalami deformasi. Kendaraan berat yang melintas di atas aspal lunak akan menciptakan lubang dan gelombang yang sangat berbahaya. Biaya perbaikan jalan yang dilakukan secara berulang menjadi beban besar bagi anggaran pendapatan daerah kita. Perubahan iklim mengharuskan adanya inovasi dalam penggunaan material konstruksi jalan yang lebih tahan terhadap panas matahari.
Fluktuasi suhu yang drastis antara siang dan malam juga memicu terjadinya
retakan pada permukaan jalan beton. Pemuaian dan penyusutan material yang
terjadi secara berulang merusak ikatan antar partikel di dalam struktur jalan.
Jika retakan tersebut tidak segera diperbaiki, air hujan akan masuk dan merusak
fondasi dasar jalan tersebut. Hal ini menyebabkan masa pakai jalan menjadi jauh
lebih pendek dari perencanaan awal yang sudah dibuat. Keamanan pengguna jalan
menjadi taruhan utama jika infrastruktur transportasi kita tidak segera
menyesuaikan dengan iklim.
Para ahli teknik sipil mulai meneliti penggunaan bahan tambahan atau aditif
yang dapat meningkatkan titik lembek aspal. Material aspal modifikasi polimer
dianggap lebih tahan terhadap paparan suhu tinggi yang sering terjadi di
Indonesia. Selain itu, penggunaan material berwarna cerah untuk marka jalan
dapat membantu memantulkan kembali sebagian panas matahari. Inovasi dalam
desain drainase jalan juga diperhitungkan agar air tidak tergenang saat hujan
lebat turun tiba-tiba. Ketahanan infrastruktur jalan adalah kunci kelancaran
distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di seluruh nusantara.
Pemerintah mulai memperketat aturan mengenai beban maksimal kendaraan yang
boleh melintas di jalur utama jalan nasional. Pengawasan di jembatan timbang
ditingkatkan untuk mencegah kendaraan yang melebihi kapasitas yang dapat
merusak struktur jalan. Masyarakat dihimbau untuk segera melaporkan jika
menemukan adanya kerusakan jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan umum.
Perbaikan jalan kini mulai menggunakan teknologi daur ulang aspal atau cold
milling untuk menghemat biaya material. Efisiensi dalam pemeliharaan jalan
sangat penting di tengah keterbatasan dana pembangunan daerah yang ada.
Kesadaran untuk menjaga infrastruktur publik harus ditanamkan kepada
seluruh elemen masyarakat luas di lingkungan masing-masing. Kita tidak boleh
membiarkan saluran air di pinggir jalan tersumbat oleh sampah yang kita buang
sembarangan. Air yang meluap ke permukaan jalan akan mempercepat proses
kerusakan material aspal yang sudah terpapar panas. Mari kita bersama-sama
merawat jalan yang sudah dibangun agar tetap awet dan nyaman untuk dilalui.
Infrastruktur yang tangguh akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di
tengah tantangan perubahan iklim dunia.
Editor: Alifatul Hidayah