MENGAJARKAN ANAK SD MENGENAI PERBEDAAN ANTARA FAKTA DAN MITOS HIV/AIDS
Sumber gambar: https://www.rappler.com/tachyon/r3-assets/4DF1E7CA496B4D15B49247D8A9437D97/img/9E3DAEEC192D49FC9FD0FDE5227DEE57/hari_aids.jpeg
Banyak anak kesulitan membedakan
fakta dan mitos tentang penyakit. Mereka sering mendengar informasi dari
lingkungan tanpa filter. Guru harus membantu anak mengetahui mana yang benar.
Pendidikan ini penting agar anak tidak takut berlebihan. Penjelasan mengenai
HIV/AIDS harus difokuskan pada fakta sederhana. Anak dapat belajar melalui
contoh nyata. Literasi kesehatan tumbuh dari pemahaman yang benar.
Guru dapat membuat daftar fakta dan
mitos sederhana. Misalnya fakta bahwa HIV tidak menular melalui sentuhan.
Sementara mitos dapat dijelaskan sebagai informasi yang salah. Anak dapat
diminta menebak mana yang fakta dan mana yang mitos. Kegiatan ini bisa
dilakukan dalam bentuk permainan. Permainan membuat anak tertarik belajar. Ini
memperkuat pemahaman mereka.
Poster fakta dan mitos dapat
ditempel di kelas. Anak dapat membaca poster tersebut setiap hari. Pesan di
poster membantu mengingatkan mereka tentang informasi yang benar. Guru dapat
menjadikan poster sebagai bahan diskusi. Diskusi membuat pembelajaran lebih
interaktif. Anak belajar mengemukakan pendapat secara baik. Poster mendukung
edukasi visual.
Evaluasi ringan dapat diberikan
setelah pembelajaran. Guru dapat memberikan kuis sederhana. Kuis membantu
mengetahui sejauh mana anak memahami materi. Anak juga merasa lebih termotivasi
mengingat informasi. Guru dapat memberikan hadiah kecil untuk meningkatkan
semangat. Evaluasi menjadi bagian menyenangkan dari pembelajaran. Ini membantu
literasi berkembang konsisten.
Orang tua juga harus membantu
meluruskan informasi di rumah. Anak sering bertanya hal-hal yang mereka dengar
dari teman. Orang tua harus menjawab dengan fakta yang benar. Dengan jawaban
yang tepat, anak tidak mudah terpengaruh. Pendidikan berkelanjutan membantu
membentuk literasi yang kuat. Kerja sama keluarga dan sekolah sangat penting.
Literasi HIV/AIDS tumbuh dari lingkungan yang mendukung.
Author:
Adinda Budi Julianti
Editor:
Nadia Anike Putri