Peringatan Hari Guru Dorong Transparansi Sekolah
Peringatan Hari Guru 2025 menjadi momentum penting bagi berbagai pihak untuk menuntut peningkatan transparansi dalam pengelolaan sekolah. Guru-guru dari berbagai daerah menilai bahwa keterbukaan informasi mulai dari penggunaan anggaran, perencanaan program, hingga evaluasi hasil belajar harus menjadi budaya yang dijaga seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Mereka menegaskan bahwa sekolah yang transparan lebih mudah membangun kepercayaan dari orang tua, komunitas, dan peserta didik.
Dalam berbagai diskusi Hari Guru, para pendidik menyampaikan bahwa keterbukaan bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut proses pengambilan keputusan. Guru berharap sekolah lebih melibatkan mereka dalam penyusunan kebijakan internal, terutama yang berkaitan dengan kurikulum, program pengembangan siswa, dan evaluasi pembelajaran. Keterlibatan tersebut dinilai penting agar keputusan sekolah benar-benar berbasis kebutuhan kelas dan pengalaman nyata mengajar.
Menurut Prof. Michael Fullan (2021), ahli reformasi pendidikan dari Kanada, transparansi sekolah adalah fondasi perubahan pendidikan yang efektif. Fullan menyatakan bahwa sekolah dengan tata kelola terbuka cenderung menghasilkan kolaborasi yang lebih kuat antara guru dan manajemen. Ia menekankan bahwa ketika data pembelajaran, capaian siswa, dan kebijakan sekolah dibuka secara objektif, seluruh komunitas pendidikan dapat bekerja lebih sinkron untuk meningkatkan kualitas belajar.
Sementara itu, Dr. Viviane Robinson (2020) dari University of Auckland menegaskan bahwa transparansi merupakan salah satu indikator kepemimpinan sekolah yang sehat. Ia berpendapat bahwa kepala sekolah harus berani menampilkan data kinerja secara jujur, termasuk kelemahan yang perlu diperbaiki. Robinson menambahkan bahwa keterbukaan seperti ini justru memperkuat budaya perbaikan berkelanjutan dan mengurangi ketidakpercayaan antara guru dan pimpinan.
Melalui momentum Hari Guru tahun ini, para pendidik berharap pemerintah dan sekolah memperkuat sistem akuntabilitas, mulai dari pelaporan digital yang mudah diakses hingga mekanisme dialog rutin antara guru, orang tua, dan pihak sekolah. Dengan meningkatnya transparansi, sekolah diharapkan menjadi institusi yang lebih dipercaya, lebih demokratis, dan lebih responsif terhadap kebutuhan siswa.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI