Meneladani Rasulullah di Era Digital Kampus
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi, pembelajaran, dan komunikasi di lingkungan kampus. Di tengah kemudahan akses informasi dan media sosial, tantangan etika digital semakin nyata. Dalam konteks ini, keteladanan akhlak Rasulullah SAW menjadi pedoman penting bagi mahasiswa dalam bersikap bijak dan bertanggung jawab di era digital.
Al-Qur’an menegaskan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan umat manusia, “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” (QS. Al-Ahzab: 21). Ayat ini menjadi landasan bahwa nilai-nilai akhlak Rasulullah tetap relevan, termasuk dalam menghadapi dinamika kehidupan kampus berbasis digital.
Keagungan akhlak Rasulullah juga ditegaskan dalam firman Allah SWT, “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung” (QS. Al-Qalam: 4). Nilai kejujuran, amanah, kesantunan, dan tanggung jawab yang dicontohkan Rasulullah menjadi prinsip penting dalam penggunaan teknologi digital, seperti dalam berkomunikasi di media sosial dan memanfaatkan sumber belajar daring.
Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini relevan sebagai etika digital, khususnya dalam menyaring informasi, menghindari ujaran kebencian, dan menjaga adab komunikasi di ruang virtual kampus.
Upaya meneladani Rasulullah di era digital diwujudkan melalui literasi digital beretika, penggunaan teknologi secara produktif, serta penguatan karakter mahasiswa agar tidak terjebak pada perilaku negatif seperti hoaks, plagiarisme digital, dan penyalahgunaan media sosial. Kitab Riyad as-Salihin karya Imam an-Nawawi menjadi rujukan penting dalam menanamkan adab berbicara dan bermuamalah yang relevan dengan konteks digital.
Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menegaskan bahwa pengendalian lisan dan perilaku merupakan bagian dari akhlak utama yang menentukan kualitas manusia (Al-Ghazali, 2015). Prinsip ini selaras dengan kebutuhan mahasiswa untuk menjaga etika dalam ruang digital yang terbuka dan tanpa batas.
Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak, produktif, dan beretika. Kampus pun berperan penting dalam membimbing mahasiswa agar nilai-nilai Islam tetap menjadi pedoman dalam kehidupan akademik di era digital.
Daftar Pustaka
Al-Qur’an al-Karim. (2019). Surah Al-Ahzab ayat 21; Surah Al-Qalam ayat 4. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Al-Bukhari, M. bin I. (2002). Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn Katsir.
Muslim bin al-Hajjaj. (2002). Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi.
An-Nawawi, I. (2010). Riyad as-Salihin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Al-Ghazali. (2015). Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Penulis : Wasis Suprapto
Editor : Naela Zulianti Ashlah