Kampus Hadapi Konflik dengan Teladan Akhlak Rasulullah
Konflik di lingkungan kampus, baik antarindividu maupun antarkelompok, merupakan dinamika yang tidak terpisahkan dari kehidupan akademik. Perbedaan pendapat, latar belakang, dan kepentingan kerap memicu gesekan. Dalam menghadapi kondisi tersebut, teladan akhlak Rasulullah SAW dipandang sebagai pendekatan nilai yang efektif dalam menciptakan penyelesaian konflik yang adil dan bermartabat.
Al-Qur’an menegaskan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menyikapi persoalan kehidupan, “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” (QS. Al-Ahzab: 21). Ayat ini menjadi dasar bahwa sikap Rasulullah dalam menyelesaikan konflik patut dijadikan rujukan dalam membangun budaya damai di kampus.
Al-Qur’an juga mengajarkan pentingnya perdamaian dan rekonsiliasi, “Dan jika ada dua golongan orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya” (QS. Al-Hujurat: 9). Prinsip ini sejalan dengan nilai akhlak Rasulullah yang selalu mengedepankan musyawarah, keadilan, dan kasih sayang dalam menyelesaikan perbedaan.
Dalam hadisnya, Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah orang kuat itu yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang mampu menahan dirinya ketika marah” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjadi pedoman etis dalam pengelolaan emosi dan penyelesaian konflik di lingkungan kampus.
Penerapan teladan Rasulullah dalam menghadapi konflik diwujudkan melalui dialog terbuka, sikap saling menghargai, serta penyelesaian masalah secara adil dan proporsional. Kitab Riyad as-Salihin karya Imam an-Nawawi menjadi rujukan penting dalam menanamkan adab bermusyawarah dan pengendalian diri dalam interaksi sosial.
Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menegaskan bahwa konflik yang tidak dikelola dengan akhlak akan melahirkan permusuhan dan kerusakan sosial (Al-Ghazali, 2015). Oleh karena itu, pendekatan akhlak Rasulullah menjadi solusi strategis dalam membangun budaya kampus yang damai dan harmonis.
Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, kampus diharapkan mampu mengelola konflik secara konstruktif dan edukatif. Keteladanan ini tidak hanya meredam konflik, tetapi juga membentuk civitas akademika yang dewasa, toleran, dan berorientasi pada persatuan.
Daftar Pustaka
Al-Qur’an al-Karim. (2019). Surah Al-Ahzab ayat 21; Surah Al-Hujurat ayat 9. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Al-Bukhari, M. bin I. (2002). Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn Katsir.
Muslim bin al-Hajjaj. (2002). Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi.
An-Nawawi, I. (2010). Riyad as-Salihin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Al-Ghazali. (2015). Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Penulis : Wasis Suprapto
Editor : Naela Zulianti Ashlah