Guru Minta Penguatan Etika Digital bagi Siswa
Momentum Hari Guru tahun ini kembali menyoroti isu penting yang semakin relevan di era teknologi: perlunya penguatan etika digital bagi siswa. Para guru menilai bahwa kemampuan menggunakan perangkat teknologi saja tidak cukup. Siswa harus dibekali pemahaman tentang keamanan digital, jejak digital, etika berkomunikasi, hingga tanggung jawab dalam membagikan informasi. Tanpa pembinaan yang kuat, perkembangan teknologi justru berpotensi membawa dampak negatif terhadap perilaku dan karakter peserta didik.
Para pendidik mengungkapkan bahwa kasus penyalahgunaan media sosial, plagiarisme digital, dan penyebaran informasi palsu masih sering terjadi di lingkungan sekolah. Guru berharap ada kebijakan yang lebih sistematis untuk mengintegrasikan pendidikan etika digital ke dalam pembelajaran sehari-hari. Prof. Sonia Livingstone (2025) dari London School of Economics menyatakan bahwa “literasi digital tanpa etika adalah risiko besar; siswa perlu diajarkan bukan hanya cara menggunakan teknologi, tetapi bagaimana bertindak benar di ruang digital.”
Selain itu, pakar teknologi pendidikan Dr. Eric Sanchez (2025) dari University of Geneva menilai bahwa penguatan etika digital harus dilakukan lintas mata pelajaran, bukan hanya melalui pelatihan sesekali. Ia menekankan bahwa “etika digital harus dibangun sebagai kebiasaan melalui aktivitas yang konsisten, bukan sekadar tema tambahan.” Menurutnya, peran guru sangat penting sebagai pembimbing yang memberi contoh penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Guru juga berharap sekolah dapat bekerja sama dengan orang tua untuk memberikan pendampingan yang lebih intensif. Banyak siswa yang mengakses gawai tanpa pengawasan di rumah, sehingga edukasi mengenai etika digital harus dilakukan secara berkelanjutan di dua lingkungan sekaligus. Kolaborasi sekolah dan orang tua diyakini akan memperkuat ekosistem pendidikan digital yang aman dan sehat bagi anak.
Dengan semakin meningkatnya ketergantungan siswa pada teknologi dalam proses belajar, penguatan etika digital menjadi kebutuhan mendesak. Momen Hari Guru ini menjadi seruan bagi semua pihak untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya pintar menggunakan teknologi, tetapi juga bijak, bertanggung jawab, dan beretika dalam setiap aktivitas digitalnya.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI