Tips Praktis Merayakan Isra Mi’raj yang Edukatif di Lingkungan Sekolah
Merayakan Isra Mi’raj di sekolah dasar tidak harus selalu identik dengan acara seremonial yang formal dan membosankan bagi siswa, melainkan bisa dikemas dengan cara yang kreatif. Sekolah dapat merancang serangkaian kegiatan yang menggabungkan unsur edukasi, kegembiraan, dan internalisasi nilai-nilai keimanan agar lebih berkesan bagi anak-anak usia dini. Salah satu tips praktis adalah dengan menyelenggarakan "Journey of Faith Exhibition" atau pameran perjalanan iman yang menggambarkan rute Isra Mi’raj melalui karya seni siswa. Dalam kegiatan ini, siswa diajak membuat miniatur masjid, diorama langit, atau gambar-gambar kreatif tentang peristiwa tersebut sebagai bagian dari tugas proyek mata pelajaran agama. Dengan melibatkan tangan dan kreativitas mereka sendiri, pemahaman siswa terhadap urutan peristiwa Isra Mi’raj akan jauh lebih mendalam dibandingkan sekadar mendengar ceramah di aula. Lingkungan sekolah yang dihias dengan nuansa edukatif ini akan menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan sekaligus khidmat bagi seluruh warga sekolah.
Selain pameran, sekolah juga bisa mengadakan lomba "Bercerita Kisah Nabi" yang menekankan pada kemampuan siswa untuk mengambil hikmah di balik peristiwa tersebut secara mandiri. Guru dapat memberikan panduan mengenai poin-poin utama yang harus disampaikan, namun memberikan kebebasan bagi siswa untuk menggunakan gaya bahasa dan ekspresi mereka masing-masing. Kegiatan ini melatih keberanian berbicara di depan umum sekaligus memperdalam penguasaan materi sejarah Islam bagi para peserta dan penontonnya. Tips lainnya adalah mengadakan sesi "Refleksi Shalat" yang dilakukan secara berkelompok, di mana siswa berdiskusi tentang manfaat shalat bagi ketenangan jiwa mereka sehari-hari. Pakar kurikulum pendidikan Islam, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, menyatakan bahwa "Kegiatan keagamaan di sekolah harus mampu mentransformasi nilai-nilai teoritis menjadi pengalaman praktis yang dirasakan langsung oleh siswa." Melalui pendekatan ini, peringatan Isra Mi’raj tidak lagi hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi menjadi pengalaman transformatif bagi pembentukan karakter siswa.
Pemanfaatan teknologi digital juga dapat menjadi tips praktis untuk membuat perayaan Isra Mi’raj terasa lebih kekinian dan relevan dengan generasi alfa. Sekolah dapat menayangkan film dokumenter pendek atau menggunakan kacamata Virtual Reality (VR) untuk memberikan gambaran visual tentang keindahan Masjidil Aqsha dan sejarah para Nabi. Penggunaan kuis interaktif berbasis aplikasi seperti Kahoot atau Quizziz dengan tema Isra Mi’raj juga akan memicu semangat kompetisi positif dan antusiasme belajar siswa di kelas. Guru bisa memberikan hadiah-hadiah kecil yang mendidik, seperti buku cerita Islami atau perlengkapan ibadah, bagi siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. Dengan mengintegrasikan teknologi, pesan-pesan spiritual dari peristiwa Isra Mi’raj dapat dikomunikasikan secara lebih efektif dan menarik bagi pola pikir anak-anak masa kini. Kreativitas guru dalam memilih media belajar adalah kunci utama keberhasilan penyampaian pesan moral yang terkandung dalam peristiwa besar tersebut.
Kegiatan bersifat sosial juga sangat dianjurkan untuk melengkapi perayaan Isra Mi’raj agar siswa memahami dimensi kemanusiaan dari ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasulullah. Sekolah dapat mengadakan penggalangan dana atau bakti sosial yang hasilnya disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, sebagai bentuk syukur atas nikmat iman dan islam. Guru perlu menjelaskan bahwa perjalanan Rasulullah ke langit juga membawa pesan kepedulian terhadap urusan umat manusia di bumi, terutama mereka yang lemah dan tertindas. Mengajak siswa untuk berbagi makanan atau menyantuni anak yatim di sekitar sekolah akan memberikan pelajaran nyata tentang adab dan empati yang merupakan inti dari ketaqwaan. Pendidikan karakter yang melibatkan aksi nyata akan lebih mudah membekas di hati siswa dibandingkan hanya sekadar menghafal dalil-dalil keagamaan di kelas. Sinergi antara kegiatan spiritual, intelektual, dan sosial inilah yang akan membuat perayaan Isra Mi’raj di sekolah benar-benar memberikan dampak positif yang menyeluruh.
Seluruh tips praktis ini memerlukan dukungan penuh dari manajemen sekolah dan partisipasi aktif dari seluruh staf pengajar untuk bisa terlaksana dengan sukses. Evaluasi setelah kegiatan juga penting dilakukan untuk melihat sejauh mana tujuan edukatif telah tercapai dan apa saja yang perlu ditingkatkan di tahun mendatang. Jangan lupakan peran orang tua untuk dilibatkan dalam beberapa kegiatan, sehingga ada kesinambungan pesan antara apa yang dirayakan di sekolah dengan apa yang dibicarakan di rumah. Perayaan yang edukatif akan meninggalkan kesan yang mendalam dan menjadi memori indah bagi siswa tentang betapa indahnya menjadi seorang Muslim yang taat. Mari kita jadikan momentum Isra Mi’raj sebagai ajang untuk membuktikan bahwa pendidikan agama bisa disampaikan dengan cara yang modern, cerdas, dan tetap menyentuh hati. Semoga setiap usaha kita dalam mendidik generasi muda melalui kegiatan yang bermakna selalu mendapatkan keberkahan dan kemudahan dari Allah SWT.