Sekolah Dasar sebagai Jembatan Edukasi Kesehatan antara Rumah dan Masyarakat
Sumber: Canva Images
Sekolah dasar memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara keluarga dan masyarakat. Anak yang belajar pola hidup sehat di sekolah akan membawa ilmunya ke rumah. Kebiasaan ini kemudian menyebar ke lingkungan sekitar. Efeknya sangat positif.
Guru menjadi penghubung awal edukasi kesehatan. Mereka memberikan pemahaman sederhana tentang merawat tubuh dan menjaga kebersihan. Walau tidak membahas HIV dan AIDS secara teknis, dasar kesehatan sudah tertanam. Anak belajar dengan cara yang aman.
Ketika sekolah aktif mensosialisasikan kesehatan, keluarga pun ikut tergerak. Orang tua mulai memperhatikan kebiasaan anak sehari-hari. Kebiasaan cuci tangan, mandi teratur, atau makan sehat menjadi lebih rutin. Pendidikan kesehatan menjadi budaya keluarga.
Sekolah juga dapat bekerja sama dengan puskesmas setempat. Kegiatan pemeriksaan ringan atau penyuluhan kesehatan dapat dilakukan secara berkala. Anak menjadi terbiasa melihat tenaga medis sebagai sahabat. Lingkungan sehat pun tercipta.
Selain itu, sekolah dapat menyelenggarakan hari khusus bertema kesehatan. Kegiatan jalan sehat, senam pagi, atau kampanye kebersihan dapat dilakukan. Aktivitas ini memperkuat pesan pentingnya hidup sehat. Anak belajar melalui pengalaman nyata.
Materi kesehatan yang diberikan di sekolah tidak hanya berdampak pada siswa. Adik atau saudara di rumah juga ikut menerima pengetahuan itu. Edukasi menyebar secara alami dari satu anak ke anak lain. Perubahan besar dimulai dari langkah kecil.
Sekolah dasar berperan penting sebagai agen sosialisasi kesehatan masyarakat. Edukasi sederhana yang diberikan di usia dini memberikan dampak jangka panjang. Masyarakat tumbuh lebih peduli dan sadar akan kesehatan. Hari AIDS menjadi momentum penting untuk menguatkan peran ini.
Penulis: Danella Putri
Editor: Alvina Fiqhiyah Ardita