PPG Mengadopsi Design Thinking: Calon Guru Dilatih Merancang Solusi Edukasi yang Berpusat pada Pengguna
Sumber: Gemini AI
Kurikulum Pendidikan Profesi Guru (PPG) kini mengadopsi metodologi Design Thinking sebagai kompetensi wajib bagi calon guru. Metodologi ini melatih calon guru untuk merancang solusi edukasi, modul, dan RPP yang berpusat pada kebutuhan nyata siswa (user-centric). Pendekatan ini mendorong guru untuk berempati, mendefinisikan masalah, berideasi, membuat prototipe, dan menguji solusi secara berulang. PPG ingin mencetak guru yang inovatif dan solutif.Pelatihan Design Thinking meliputi tahapan empati mendalam terhadap siswa dan pemangku kepentingan, hingga fase pengujian solusi pembelajaran. Calon guru didorong untuk menciptakan prototipe modul atau media pembelajaran yang inovatif dan diuji langsung di kelas praktik. Dosen pembimbing kini juga berperan sebagai fasilitator proses kreatif, bukan hanya penyampai materi. Guru diharapkan mampu memecahkan masalah kompleks secara kreatif.Adopsi metodologi ini secara fundamental meningkatkan kompetensi profesional guru dalam merancang kurikulum dan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Lulusan PPG akan lebih siap menghadapi masalah pembelajaran yang tidak terduga dengan kerangka berpikir yang terstruktur. Design Thinking juga memperkuat kompetensi pedagogik guru dalam asesmen formatif yang berkelanjutan. Kemampuan berpikir sistematis menjadi fokus utama.Tantangan dalam implementasi adalah memastikan mindset kaku calon guru dapat terbuka terhadap proses iterative (berulang) dan kegagalan (failure). LPTK harus menyediakan ruang kolaborasi dan alat yang mendukung proses Design Thinking. Kurikulum ini memerlukan waktu yang cukup bagi calon guru untuk melalui semua tahapan secara mendalam. Komitmen terhadap inovasi harus menjadi nilai inti.PPG yang mengadopsi Design Thinking diharapkan mampu mencetak guru profesional yang tidak hanya mengajar, tetapi juga merancang masa depan pembelajaran. Guru akan bertransformasi menjadi desainer pengalaman belajar yang handal dan reflektif. Inovasi ini memastikan bahwa proses pendidikan selalu relevan dan berpusat pada kebutuhan esensial peserta didik.