Peran Kepanduan (Pramuka) dalam Memperkuat Literasi Bencana di SD
Gerakan Pramuka di sekolah dasar memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat literasi bencana melalui metode pendidikan kepanduan yang disiplin namun tetap rekreatif bagi siswa. Nilai-nilai kemandirian, gotong royong, dan ketangkasan fisik yang diajarkan dalam Pramuka sangat relevan dengan kebutuhan dalam situasi darurat bencana alam. Melalui kegiatan perkemahan atau latihan rutin, anggota Pramuka Siaga dan Penggalang dilatih untuk memiliki refleks yang cepat dalam menghadapi tantangan di alam terbuka. Keterampilan praktis seperti membuat simpul tali, mendirikan tenda darurat, hingga memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) merupakan bekal dasar mitigasi yang sangat berharga. Pramuka melatih mental siswa untuk tetap tenang dan mampu mengambil inisiatif kepemimpinan saat terjadi kepanikan massal di lingkungan sekitar mereka. Integrasi materi kebencanaan ke dalam kurikulum Pramuka akan membuat latihan mingguan menjadi lebih bermakna dan aplikatif bagi keselamatan jiwa para anggotanya.
Selain keterampilan teknis, Pramuka juga menanamkan kode etik "Dasa Darma" yang mendorong siswa untuk memiliki rasa cinta pada alam dan sesama manusia secara tulus dan mendalam. Dalam konteks bencana, hal ini diwujudkan melalui semangat kerelawanan untuk membantu orang lain yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang sosial dan budayanya. Pramuka seringkali menjadi kelompok pertama di tingkat sekolah yang bergerak dalam kegiatan simulasi besar maupun aksi penggalangan bantuan untuk korban bencana di daerah lain. Guru pembina Pramuka dapat menyisipkan materi pengenalan tanda-tanda alam dan cara membaca peta evakuasi dalam kegiatan penjelajahan atau wide game. Keunggulan Pramuka terletak pada metodenya yang berbasis pengalaman langsung, sehingga ilmu mitigasi tidak hanya tersimpan di otak, tetapi juga terwujud dalam aksi nyata. Anggota Pramuka diharapkan dapat menjadi duta keselamatan yang mampu mengedukasi teman sebaya dan keluarga mereka tentang pentingnya tas siaga bencana. Dengan semangat kepanduan yang kuat, kita sedang membangun barisan generasi muda yang selalu siap sedia berbakti bagi keselamatan bangsa dan negara.
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka seringkali menekankan bahwa setiap anggota Pramuka harus menjadi pribadi yang tangguh dan bermanfaat bagi masyarakat luas di sekelilingnya. Beliau menyatakan, "Literasi bencana adalah bagian tak terpisahkan dari jiwa kepanduan; seorang Pramuka harus tahu cara menyelamatkan diri sendiri sebelum ia mampu menyelamatkan orang lain." Pendapat ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan adalah kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang mengenakan seragam cokelat kebanggaan tersebut. Transformasi kurikulum Pramuka yang lebih modern dan tanggap bencana akan menjadikan organisasi ini tetap relevan dengan tantangan zaman di era perubahan iklim global. Sekolah dasar yang memiliki pangkalan Pramuka yang aktif akan memiliki tingkat kesiapsiagaan yang jauh lebih baik dibandingkan sekolah yang tidak mengaktifkan kegiatan kepanduan. Pramuka adalah wadah pembentukan karakter yang paling efektif untuk melahirkan warga negara yang memiliki ketahanan fisik dan mental yang luar biasa kuat.
Editor: Alvina Fiqhiyah Ardita