Peran Ibu Berpendidikan dalam Mencegah Stunting di Lingkungan Keluarga
Pendidikan seorang ibu sering disebut sebagai determinan utama dalam menentukan kualitas hidup dan status gizi anak di dalam sebuah struktur keluarga. Ibu yang memiliki tingkat literasi yang baik cenderung memiliki akses informasi yang lebih luas mengenai pola asuh (parenting) yang berbasis sains dan nutrisi. Di lingkungan pendidikan dasar, kita sering melihat bahwa siswa yang tumbuh dengan gizi optimal biasanya berasal dari rumah di mana sang ibu memiliki pemahaman mendalam tentang pentingnya protein hewani. Ibu yang berpendidikan mampu melakukan manajemen sumber daya keluarga secara efektif, sehingga prioritas belanja dialokasikan pada bahan pangan bergizi daripada pengeluaran konsumtif lainnya. Namun, pendidikan di sini tidak hanya berarti gelar akademis, melainkan kemauan untuk terus belajar dan memperbaharui pengetahuan mengenai kesehatan anak.
Seorang ibu yang memiliki literasi kesehatan tinggi akan sangat teliti dalam memantau setiap fase pertumbuhan anak, mulai dari berat badan hingga pencapaian kognitif di sekolah. Mereka biasanya lebih proaktif dalam berkomunikasi dengan guru kelas untuk menanyakan perkembangan fisik dan mental anak mereka secara berkala. Kesadaran untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas menjadi pondasi awal pencegahan stunting yang dilakukan oleh sang ibu. Di dalam rumah, ibu juga berperan sebagai "kurator makanan" yang menentukan standar higienitas dan kelengkapan nutrisi setiap hidangan yang tersaji. Peran kepemimpinan ibu dalam urusan domestik ini secara langsung menjadi benteng pertahanan utama anak dari ancaman malnutrisi kronis yang menghantui.
Menurut Prof. Dr. Fasli Jalal, seorang tokoh pendidikan dan kesehatan, "Mendidik seorang ibu berarti mendidik satu generasi, terutama dalam urusan pencegahan stunting yang memerlukan pemahaman mendalam." Beliau menekankan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pendidikan formal maupun informal adalah cara paling efisien untuk memutus rantai kemiskinan dan gizi buruk di Indonesia. Ibu yang teredukasi akan lebih mampu menepis mitos-mitos kesehatan yang menyesatkan dan seringkali justru merugikan pertumbuhan anak. Kemampuan kritis ibu dalam memilah informasi kesehatan di media sosial juga menjadi sangat penting di era disrupsi informasi seperti saat ini. Pendidikan memberikan ibu otoritas intelektual untuk mengambil keputusan terbaik bagi masa depan fisik dan intelektual anak-anak mereka.
Sekolah dasar dapat menjadi mitra strategis bagi para ibu dengan menyediakan ruang diskusi atau "parenting club" yang fokus pada isu-isu gizi dan pencegahan stunting. Guru-guru di tingkat dasar perlu merangkul ibu sebagai rekan kerja yang sejajar dalam memantau tumbuh kembang siswa melalui buku pemantauan kesehatan yang terintegrasi. Program sekolah yang melibatkan ibu dalam penyusunan menu makan siang sehat atau demonstrasi masak bergizi dapat memperkuat ikatan antara sekolah dan keluarga. Ketika ibu merasa didukung oleh sistem pendidikan, mereka akan lebih termotivasi untuk mempraktikkan gaya hidup sehat di rumah secara konsisten. Sinergi ini akan menciptakan lingkungan yang sangat kondusif bagi anak untuk tumbuh menjadi individu yang sehat dan cerdas secara maksimal.
Investasi pada pendidikan perempuan adalah investasi paling cerdas yang bisa dilakukan oleh pemerintah dalam jangka panjang untuk mengatasi masalah stunting nasional. Kurikulum pendidikan dasar pun sebaiknya mulai menyisipkan materi mengenai kesehatan reproduksi dan gizi sebagai bekal bagi siswi untuk masa depan mereka. Riset-riset S3 Pendidikan Dasar diharapkan dapat menghasilkan model pemberdayaan ibu yang lebih aplikatif dan sesuai dengan keragaman budaya di berbagai daerah Indonesia. Kita harus mengakui bahwa peran ibu adalah jantung dari kesehatan keluarga, dan pendidikan adalah oksigen yang membuatnya tetap berfungsi optimal. Mari kita muliakan peran ibu dengan memberikan akses pendidikan kesehatan yang berkualitas demi lahirnya generasi Indonesia yang bebas stunting. Keberhasilan seorang ibu dalam menjaga gizi anaknya adalah kontribusi nyata bagi ketahanan nasional bangsa kita.
Editor: Alvina Fiqhiyah Ardita