PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN MENUJU MASYARAKAT 5.0: KESEIMBANGAN TEKNOLOGI DAN HUMANISME
Sumber:
https://share.google/images/0hOW8cPw409a63RUu
Masyarakat 5.0
adalah konsep masyarakat yang mengintegrasikan ruang fisik dan siber untuk
menciptakan kehidupan yang lebih cerdas, efisien, dan manusiawi. Tantangan utama konsep ini adalah memastikan manusia
tidak kehilangan identitas, empati, dan nilai moral di tengah kemajuan
teknologi yang sangat cepat. Pendidikan memiliki peran penting dalam
menjembatani ketegangan antara teknologi dan nilai kemanusiaan.
Guru menjadi figur penting untuk memastikan siswa tidak hanya cakap secara
teknologi, tetapi juga kaya secara moral dan emosional. Guru harus menanamkan
nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, kepedulian, dan integritas sambil
mengajarkan keterampilan digital. Dengan demikian, teknologi digunakan secara
bertanggung jawab, bukan sekadar sebagai hiburan atau alat konsumsi informasi.
Adaptasi kurikulum dapat dilakukan dengan memasukkan materi tentang etika
kecerdasan buatan, privasi digital, keamanan siber, dan literasi emosional.
Siswa diajak memahami dampak teknologi terhadap kehidupan manusia, termasuk
potensi bias dan ketidakadilan algoritmik. Dengan pendekatan holistik,
pendidikan tidak hanya fokus pada kecakapan teknis, tetapi juga kesadaran etis.
Ketergantungan berlebihan pada teknologi dapat menimbulkan dehumanisasi
dalam pendidikan, misalnya ketika interaksi guru–siswa digantikan oleh
perangkat digital. Guru harus memastikan penggunaan teknologi tidak
menghilangkan sentuhan personal dan empati yang dibutuhkan siswa. Interaksi
manusia tetap menjadi inti dalam proses pendidikan.
Soft skills seperti komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, dan kreativitas
tidak dapat digantikan oleh mesin. Guru perlu menegaskan nilai keterampilan ini
melalui pembelajaran kolaboratif, debat, diskusi, dan kegiatan refleksi. Dengan
demikian, siswa memiliki keseimbangan antara kecakapan teknis dan kecerdasan
emosional.
Guru berperan memastikan bahwa teknologi digunakan sebagai alat
pembelajaran, bukan tujuan itu sendiri. Mereka memandu siswa agar tidak hanya
konsumtif terhadap teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara produktif.
Peran ini sangat penting untuk menjaga kualitas interaksi dan pengalaman
belajar.
Guru adalah penjaga keseimbangan dalam pendidikan Masyarakat 5.0. Dengan kemampuan memadukan kecakapan digital dan nilai kemanusiaan, guru memastikan bahwa pendidikan tetap berpusat pada manusia, bukan mesin.