Pentingnya Program Literasi Kesehatan di Perpustakaan Sekolah Dasar
Sumber: Canva Image
Perpustakaan sekolah memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan membaca dan memperkenalkan pengetahuan dasar tentang kesehatan. Pada momentum Hari AIDS, perpustakaan dapat menjadi ruang edukasi yang aman dan ramah bagi anak-anak untuk memahami pentingnya pola hidup sehat dan empati.
Koleksi buku bertema kesehatan sederhana dapat membantu siswa mengenal cara menjaga tubuh, mencegah penyakit, dan menghargai sesama. Buku tidak harus membahas HIV secara langsung, tetapi dapat fokus pada kebersihan diri, imunitas tubuh, serta pentingnya tidak menilai orang berdasarkan kondisi kesehatan.
Pustakawan dan guru dapat bekerja sama membuat sudut literasi kesehatan. Sudut ini menampilkan buku, poster ramah anak, dan aktivitas kecil seperti lembar mewarnai bertema hidup bersih. Anak-anak biasanya tertarik pada elemen visual sehingga pesan kesehatan menjadi lebih mudah diterima.
Program membaca bersama setiap minggu juga dapat diselipkan pesan kesehatan. Melalui cerita yang ringan, siswa belajar memahami nilai peduli, saling membantu, dan tidak menjauhi teman yang sedang sakit. Nilai-nilai ini penting untuk mencegah stigma terkait penyakit apa pun.
Perpustakaan juga dapat menjadi ruang diskusi kecil. Misalnya, guru mengajak beberapa siswa untuk membahas cerita yang mereka baca, lalu menanyakan apa pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cara ini mengembangkan rasa empati sejak dini.
Melibatkan orang tua melalui peminjaman buku bertema kesehatan juga memperluas jangkauan pendidikan. Ketika anak membaca di rumah, seluruh keluarga ikut menerima pesan yang sama. Ini membuat sekolah menjadi agen sosialisasi kesehatan yang lebih luas.
Melalui perpustakaan, sekolah dasar dapat memperingati Hari AIDS secara edukatif dan ramah anak. Pesannya tidak hanya tentang penyakit, tetapi tentang menghargai kehidupan, menghormati orang lain, dan menjaga kesehatan bersama.
Penulis: Danella Putri
Editor: Alvina Fiqhiyah Ardita