
Sumber: SMA Dwiwarna
Meskipun pandemi telah berlalu, jejak perjuangan para guru dalam masa-masa sulit itu layak untuk terus direfleksikan. Masa pandemi adalah "laboratorium raksasa" bagi ketangguhan dunia pendidikan kita. Saat itu, banyak yang meragukan: Bisakah pendidikan karakter berjalan tanpa tatap muka?
Jawabannya adalah: Bisa, karena guru kita tangguh.
Kita menyaksikan bagaimana guru beradaptasi dengan luar biasa. Ketika sentuhan fisik tidak memungkinkan, guru menyentuh hati siswa melalui sapaan hangat di Zoom, melalui pesan suara (voice note) yang memotivasi di pagi hari, hingga kunjungan rumah (home visit) dengan protokol ketat bagi siswa yang tak terjangkau sinyal.
Artikel ini adalah sebuah ode (penghormatan) bagi inovasi tersebut. Guru membuktikan bahwa pendidikan karakter bukan soal lokasi fisik, melainkan soal koneksi batin. Ketangguhan guru dalam beradaptasi—belajar aplikasi baru dalam semalam, menahan lelah menatap layar—itu sendiri adalah materi pendidikan karakter yang paling nyata bagi siswa. Siswa belajar tentang pantang menyerah bukan dari buku teks, melainkan dari melihat gurunya yang terus berjuang mengajar di tengah keterbatasan.
Editor: Alvina Fiqhiyah Ardita