Pendidikan Anti-Paham Radikalisme: Guru SD Sebagai Garda Depan
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, peran
guru Sekolah Dasar (SD) menjadi sangat krusial dalam mencegah penyebaran paham
radikalisme di kalangan generasi muda. Sebagai garda terdepan, guru SD tidak
hanya mengajarkan pelajaran akademis, tetapi juga membentuk karakter,
nilai-nilai sosial, dan semangat kebangsaan yang dapat menangkis pengaruh
negatif yang dapat merusak persatuan bangsa.
Pendidikan di tingkat dasar adalah fondasi utama dalam
membangun pola pikir yang sehat dan toleran pada anak-anak. Dr. Ayesha S.
Tuffin, seorang pakar pendidikan dari Malaysia, menegaskan bahwa sejak usia
dini, anak-anak perlu dikenalkan pada pentingnya menghargai perbedaan.
"Pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan
menghargai keragaman sangat efektif dalam mencegah paham radikal berkembang di
kalangan generasi muda," ujar Dr. Tuffin. Dengan pendekatan yang
mengedepankan inklusivitas dan penghormatan terhadap sesama, guru dapat menjadi
benteng pertama dalam membentuk pemahaman yang benar tentang keberagaman dan
persatuan.
Prof. Wang Meng dari Tiongkok menambahkan bahwa di tengah
maraknya informasi yang tersebar di media sosial, guru SD harus memiliki
kemampuan untuk mengajarkan siswa bagaimana menyaring informasi yang tidak
sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan. "Pendidikan harus mengajarkan siswa
untuk berpikir kritis dan mengenali mana yang benar dan mana yang bisa
menyesatkan," ungkap Prof. Meng. Dengan mengedukasi siswa tentang bahaya
paham radikalisme melalui diskusi terbuka dan pendekatan yang berbasis pada
nilai moral, guru SD dapat mengarahkan mereka untuk tidak terpengaruh oleh
ideologi yang merusak.
Guru SD juga memiliki peran penting dalam mengembangkan
kegiatan yang dapat mengajarkan rasa kebersamaan, seperti kerja bakti, kegiatan
sosial, dan proyek kelompok yang mengedepankan kerja sama lintas suku dan
agama. Dr. Yoshiko Okabe dari Jepang menekankan bahwa kegiatan berbasis
pengalaman yang melibatkan berbagai elemen masyarakat akan memperkuat rasa
kebersamaan dan mencegah isolasi sosial, yang sering menjadi salah satu faktor
penyebab radikalisasi.
Melalui pendekatan yang berbasis pada nilai-nilai toleransi, pemahaman terhadap keberagaman, serta kemampuan untuk berpikir kritis, guru SD dapat berperan sebagai garda terdepan dalam menangkal paham radikalisme. Pendidikan yang inklusif dan berbasis pada kebangsaan akan membentuk generasi yang lebih bijak, terbuka, dan siap menjaga persatuan bangsa dari segala ancaman.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Alvina Fiqhiyah Ardita