Nasionalisme di Sekolah Dasar: Peran Aktif Guru
Nasionalisme adalah rasa cinta terhadap tanah air yang
harus ditanamkan sejak dini. Sekolah Dasar (SD) menjadi tempat yang ideal untuk
membentuk karakter ini, dan guru memiliki peran yang sangat penting dalam
proses tersebut. Sebagai pengajar pertama, guru tidak hanya mengajarkan mata
pelajaran akademis, tetapi juga membentuk nilai-nilai kebangsaan yang akan
membekali siswa untuk mencintai dan menjaga keutuhan negara mereka.
Menurut Prof. Thomas M. Tucker, seorang ahli pendidikan
dari Inggris, pengajaran sejarah dan budaya sangat penting dalam membangkitkan
rasa kebanggaan terhadap negara. "Pendidikan yang menghubungkan siswa
dengan sejarah dan budaya mereka sendiri dapat memperkuat rasa identitas dan
nasionalisme," kata Prof. Tucker. Di kelas, guru dapat mengajarkan cerita
perjuangan kemerdekaan, mengenalkan siswa pada simbol-simbol negara seperti
bendera dan lagu kebangsaan, serta mengajarkan nilai-nilai Pancasila sebagai
dasar negara. Dengan cara ini, siswa dapat merasakan kebanggaan akan identitas
nasional mereka.
Dr. Lucille J. Bennett, pakar pendidikan dari Perancis,
juga menekankan pentingnya keterlibatan emosional siswa dalam proses
pembelajaran untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. "Pengajaran yang
menyentuh aspek emosional, seperti cerita pahlawan, lagu kebangsaan, atau
perayaan budaya, akan lebih efektif dalam menumbuhkan semangat kebangsaan pada
anak-anak," ujarnya. Guru SD bisa memanfaatkan metode ini dengan cara yang
menyenangkan, seperti mengadakan lomba puisi nasionalisme atau mengajak siswa
mengikuti upacara bendera dengan penuh khidmat. Dengan pengalaman ini, siswa
dapat merasakan langsung arti penting kebangsaan dan mengembangkan rasa hormat
terhadap tanah air mereka.
Dengan pendekatan yang melibatkan pengajaran sejarah, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan, serta kegiatan yang menyentuh hati siswa, guru SD dapat memainkan peran aktif dalam menumbuhkan nasionalisme. Melalui hal ini, generasi muda akan tumbuh dengan rasa cinta tanah air yang kuat, serta kesadaran untuk menjaga dan membangun bangsa Indonesia.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Alvina Fiqhiyah Ardita