Model Penilaian Sikap Antikorupsi pada Siswa Sekolah Dasar
Sumber gambar: https://share.google/8tXHVsxpdtLQMiQz5
Penilaian sikap antikorupsi pada siswa SD memerlukan model yang sesuai dengan perkembangan mereka. Guru perlu menggunakan instrumen yang mampu menggambarkan perilaku nyata siswa. Penilaian dilakukan melalui observasi selama aktivitas belajar berlangsung. Sikap seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dapat terlihat dalam situasi tertentu. Model penilaian harus sederhana agar mudah diterapkan guru. Namun demikian, tetap harus akurat dalam menangkap perkembangan karakter siswa.
Observasi merupakan metode utama dalam menilai sikap antikorupsi. Guru mencatat perilaku siswa dalam berbagai situasi tanpa membuat siswa merasa diawasi secara berlebihan. Catatan harian dapat digunakan sebagai bukti perkembangan karakter. Guru juga dapat menggunakan rubrik untuk menilai tingkat kejujuran siswa. Dengan cara ini, penilaian menjadi lebih objektif. Observasi berkelanjutan memberikan gambaran yang lebih lengkap.
Selain observasi, penilaian juga dapat dilakukan melalui refleksi diri siswa. Siswa diajak menilai diri sendiri mengenai perilaku sehari-hari. Kegiatan ini membantu mereka mengenali kekuatan dan kekurangan diri. Anak belajar jujur terhadap dirinya sendiri. Guru kemudian dapat membimbing siswa berdasarkan hasil refleksi tersebut. Dengan cara ini, siswa dilibatkan dalam proses pembentukan karakter.
Guru juga dapat menggunakan penilaian teman sebaya. Siswa menilai perilaku temannya dalam situasi tertentu dengan panduan rubrik sederhana. Penilaian ini membantu siswa memahami bagaimana perilaku mereka dilihat oleh orang lain. Namun guru harus memastikan kegiatan berlangsung positif tanpa memunculkan konflik. Penilaian teman sebaya memberikan sudut pandang tambahan bagi guru. Hasilnya digunakan untuk melihat konsistensi perilaku.
Wawancara ringan juga bisa dilakukan untuk menilai pemahaman siswa tentang nilai antikorupsi. Guru dapat menanyakan bagaimana siswa akan bertindak dalam situasi tertentu. Jawaban siswa memberikan gambaran mengenai nilai yang sudah mereka pahami. Teknik ini sangat efektif terutama untuk siswa kelas tinggi. Guru dapat membandingkan jawaban tersebut dengan perilaku nyata. Penilaian menjadi lebih mendalam.
Dokumentasi portofolio dapat menjadi bagian dari penilaian. Siswa mengumpulkan karya yang menunjukkan pemahaman mereka tentang nilai antikorupsi. Karya itu bisa berupa gambar, tulisan, atau laporan kecil. Guru menilai sejauh mana siswa memahami konsep kejujuran dan tanggung jawab. Portofolio memungkinkan guru melihat perkembangan dalam jangka panjang. Model ini cocok digunakan sebagai pelengkap.
Model penilaian sikap antikorupsi harus bersifat holistik. Guru perlu menggabungkan beberapa metode penilaian agar hasilnya akurat. Penilaian dilakukan secara terus-menerus agar perkembangan siswa dapat terpantau. Dengan model yang tepat, guru dapat memberikan intervensi bagi siswa yang membutuhkan bimbingan lebih. Hal ini membantu memastikan pendidikan karakter berjalan optimal. Penilaian sikap antikorupsi menjadi bagian penting dalam membentuk generasi berintegritas.
Author: Adinda Budi Julianti
Editor: Alvina Fiqhiyah Ardita