Menyiapkan Lulusan SD yang Siap Menjadi Warga Dunia (Global Citizen)
Lulusan sekolah dasar di abad ke-21 tidak lagi cukup hanya memiliki kecintaan yang kuat terhadap tanah airnya, tetapi juga harus dibekali dengan kesadaran dan kompetensi untuk menjadi "Warga Dunia" (Global Citizen) yang bertanggung jawab di kancah internasional. Menjadi warga dunia berarti anak-anak kita memahami bahwa mereka adalah bagian dari komunitas global yang saling terhubung, di mana masalah di satu belahan bumi dapat berdampak pada belahan bumi lainnya secara langsung maupun tidak langsung. Pendidikan dasar harus mampu menyeimbangkan antara penguatan identitas nasional yang berakar pada kearifan lokal dengan pengembangan perspektif global yang inklusif, terbuka, dan penuh dengan nilai-nilai toleransi yang sangat tinggi. Kita ingin melahirkan generasi yang bangga sebagai anak Indonesia, namun memiliki kemampuan untuk berkolaborasi, berkomunikasi, dan berempati dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya dan bangsa yang berbeda-beda di seluruh dunia.
Menyiapkan warga dunia di tingkat sekolah dasar dapat dilakukan dengan mengintegrasikan isu-isu global—seperti perdamaian dunia, pelestarian lingkungan, dan hak asasi manusia—ke dalam berbagai mata pelajaran secara kreatif dan menyenangkan bagi jiwa anak-anak. Siswa diajak untuk melihat berbagai perspektif dalam sebuah masalah dan belajar untuk tidak memberikan penilaian yang sempit atau rasis terhadap perbedaan yang mereka temui dalam interaksi sehari-hari atau di media sosial digital. Penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi global, harus diajarkan dengan pendekatan yang komunikatif agar anak merasa percaya diri untuk berinteraksi dengan dunia luar tanpa rasa canggung atau minder. Selain itu, pemanfaatan teknologi untuk melakukan "pertukaran budaya virtual" dengan siswa dari negara lain dapat memberikan pengalaman lintas budaya yang sangat autentik dan berkesan bagi perkembangan jiwa sosial mereka sebagai calon pemimpin masa depan yang visioner.
Tokoh pendidikan global, Martha Nussbaum, menekankan bahwa "Pendidikan untuk kewarganegaraan dunia mengharuskan kita untuk melatih kemampuan imajinasi naratif; yaitu kemampuan untuk menempatkan diri kita dalam posisi orang lain yang memiliki sejarah dan latar belakang yang sangat berbeda dengan kita." Kutipan ini menjadi dasar bagi pentingnya melatih empati global pada siswa SD agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang menghargai keberagaman dan menolak segala bentuk diskriminasi di masyarakat yang sangat majemuk ini. Kita ingin anak-anak kita memahami bahwa tantangan masa depan, seperti pandemi global atau perubahan iklim, hanya bisa dipecahkan melalui kolaborasi antar-bangsa yang tulus, jujur, dan berlandaskan pada semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia selama ini. Menjadi warga dunia adalah tentang memiliki "hati yang luas" yang mampu menampung kepedulian terhadap kemanusiaan tanpa tersekat oleh batas-batas geografis atau perbedaan ideologi yang kaku dan sempit.
Selain kesadaran sosial, kompetensi warga dunia juga mencakup literasi digital dan kemampuan berpikir kritis yang tajam untuk menyaring arus informasi global yang sangat deras dan sering kali menyesatkan di mata anak-anak kita. Siswa perlu diajarkan tentang etika global di dunia maya dan bagaimana berkontribusi secara positif bagi diskusi-diskusi tingkat internasional yang bermanfaat bagi kemajuan peradaban manusia di masa depan yang serba digital. Sekolah dasar harus menanamkan jiwa kepemimpinan yang berwawasan luas, yang selalu bertanya "apa yang bisa saya lakukan untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang?". Pendidikan adalah alat transformasi yang paling kuat untuk menciptakan kedamaian abadi di bumi melalui pemahaman yang mendalam antar sesama manusia sejak usia dini yang sangat polos dan penuh dengan harapan besar bagi masa depan dunianya masing-masing nanti.
Pada akhirnya, visi lulusan SD sebagai warga dunia adalah puncak dari seluruh rangkaian pembelajaran "Skill Abad 21" yang telah kita bahas secara mendalam dalam lima puluh artikel ini secara komprehensif. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh menjadi bintang yang bersinar di kancah global, yang membawa nilai-nilai luhur Pancasila ke dalam setiap interaksi internasionalnya dengan penuh martabat, integritas, dan kasih sayang yang luar biasa hebat bagi sesama. Pendidikan dasar adalah batu pertama dari bangunan peradaban bangsa yang akan menentukan posisi Indonesia di tengah komunitas dunia di masa depan yang serba tidak terduga dan dinamis ini. Mari kita bimbing anak-anak kita dengan penuh cinta, dedikasi, dan visi yang jauh ke depan, agar mereka siap mengangkasa menggapai mimpi-mimpinya sambil tetap menginjakkan kaki dengan kuat pada akar budaya bangsanya yang luhur dan mulia selamanya. Dengan lulusan yang siap menjadi warga dunia yang cerdas dan solutif, masa depan kemanusiaan akan berada dalam genggaman generasi yang penuh dengan cahaya harapan dan kedamaian abadi bagi seluruh makhluk hidup di bumi tercinta ini.
Editor: Alvina Fiqhiyah Ardita