Menguatkan Peran Guru BK dalam Edukasi Kesehatan yang Ramah Anak
Sumber: Canva Image
Guru BK di sekolah dasar memiliki peran penting sebagai pendamping sosial emosional siswa. Pada momentum Hari AIDS, guru BK dapat membantu memberikan edukasi kesehatan dasar yang aman dan tidak menimbulkan ketakutan. Fokusnya tetap pada empati, kebersihan diri, dan sikap menghargai sesama.
Guru BK dapat mengadakan sesi kelas singkat yang membahas perilaku hidup sehat, pentingnya menjaga diri, dan tidak mengejek teman yang sedang sakit. Penjelasan harus sederhana, tidak mengandung detail medis, dan tetap sesuai usia siswa.
Pendekatan konseling kelompok kecil dapat membantu siswa yang memiliki banyak pertanyaan. Dalam suasana yang lebih intim, mereka berani bertanya tentang hal-hal yang membuat penasaran, dan guru BK dapat menjawabnya dengan bahasa yang lembut.
Guru BK juga dapat mengidentifikasi potensi stigma atau perilaku mengucilkan di kelas. Ketika ada tanda-tanda ini, intervensi segera sangat penting agar perilaku tersebut tidak berkembang menjadi budaya negatif di sekolah.
Melibatkan orang tua dengan memberikan informasi sederhana tentang nilai anti stigma juga dapat memperluas sosialisasi kesehatan. Orang tua dapat memperkuat pesan yang diterima anak di sekolah.
Guru BK dapat bekerja sama dengan wali kelas dan UKS untuk merancang kegiatan terintegrasi. Dengan demikian, pesan kesehatan tidak hanya muncul sesekali, tetapi menjadi bagian dari kultur sekolah.
Dengan pendekatan humanis, guru BK membantu sekolah dasar menjadi agen sosialisasi kesehatan masyarakat yang lebih kuat dan lebih peka terhadap isu sosial seperti HIV AIDS.
Penulis: Danella Putri
Editor: Alvina Fiqhiyah Ardita