Mandatori PPG Micro-Credential Kegawatdaruratan: Kompetensi Profesional Guru dalam Tanggap Bencana
Sumber: lhok.sukmabangsa.ac.id
Aspek keselamatan siswa di sekolah kini menjadi fokus utama, mendorong pemerintah mewajibkan micro-credential Kegawatdaruratan sebagai bagian integral dari PPG dan PKB. Program ini bertujuan membekali semua guru dengan kompetensi profesional dalam kesiapsiagaan bencana, evakuasi, dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dasar. Guru harus mampu bertindak cepat dan efektif sebagai penolong pertama di lingkungan sekolah. Kesiapsiagaan menjadi kompetensi wajib.
Materi pelatihan mencakup simulasi gempa bumi dan kebakaran, penyusunan jalur evakuasi yang jelas, serta teknik dasar resusitasi jantung paru (RJP/CPR) dan penanganan luka serius. Guru harus lulus ujian praktik yang diselenggarakan oleh lembaga kesehatan yang terakreditasi untuk mendapatkan micro-credential ini. Pelatihan ini juga menekankan aspek kompetensi kepribadian guru dalam menjaga ketenangan dan mengelola kepanikan massal.
Peningkatan kompetensi ini sangat vital mengingat Indonesia berada di jalur cincin api (Ring of Fire) yang rawan bencana alam. Guru yang tersertifikasi P3K dan tanggap bencana akan meningkatkan rasa aman bagi siswa, orang tua, dan seluruh komunitas sekolah. Kompetensi ini menunjukkan tanggung jawab sosial guru yang melampaui batas-batas akademik. Guru adalah penjamin keselamatan di sekolah.
Tantangan utama adalah memastikan semua guru mendapatkan pelatihan praktik langsung secara rutin, mengingat P3K memerlukan keterampilan motorik yang harus diasah. Diperlukan alokasi anggaran khusus untuk pengadaan peralatan simulasi dan mannequin pelatihan di setiap klaster sekolah. Kepala sekolah harus memimpin dan mengawasi pelaksanaan simulasi evakuasi secara berkala. Keterampilan ini harus selalu fresh dan siap digunakan.
Mandatori micro-credential Kegawatdaruratan ini menegaskan bahwa guru profesional adalah individu yang kompeten dalam segala aspek, termasuk krisis dan keselamatan. Guru kini memiliki peran ganda sebagai pendidik dan penyelamat, yang sangat penting di negara rawan bencana. Keselamatan siswa adalah prioritas tertinggi yang menjadi bagian dari kompetensi kepribadian dan profesional guru.