Kompetensi Coaching Guru: Kepala Sekolah Wajib Punya Sertifikat Coach Profesional
Sumber: Gemini AI
Peran Kepala Sekolah kini ditransformasi menjadi coach dan fasilitator pengembangan profesional bagi guru, bukan lagi semata-mata supervisor. Pemerintah mewajibkan Kepala Sekolah memiliki sertifikat coach profesional untuk memastikan mereka menguasai keterampilan coaching yang memberdayakan. Tujuan utamanya adalah mendorong guru menemukan solusi atas tantangan mereka sendiri melalui dialog yang reflektif. Kepemimpinan instruksional harus bersifat memberdayakan.
Pelatihan coaching bagi Kepala Sekolah mencakup teknik mendengarkan aktif, mengajukan pertanyaan berbobot, dan memfasilitasi penentuan tujuan yang spesifik oleh guru. Kepala Sekolah diajarkan untuk fokus pada potensi dan kekuatan guru, bukan hanya pada kelemahan atau kesalahan mereka. Coaching harus dilakukan secara rutin dan terjadwal sebagai bagian dari manajemen kinerja guru. Metode ini menggantikan pendekatan top-down yang kaku.
Peningkatan kompetensi coaching Kepala Sekolah ini secara signifikan mendorong otonomi dan inisiatif guru dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Guru merasa dihargai, didengarkan, dan termotivasi untuk mencari solusi inovatif atas masalah pembelajaran mereka. Hubungan antara Kepala Sekolah dan guru berubah menjadi kemitraan profesional yang saling mendukung. Efektivitas coaching terbukti meningkatkan kinerja secara mandiri.
Tantangan utama adalah mengubah kebiasaan lama Kepala Sekolah yang terbiasa memberikan instruksi langsung (telling) menjadi fasilitator (asking). Diperlukan mentoring lanjutan dari master coach eksternal untuk mengawal perubahan perilaku kepemimpinan ini. Kultur sekolah harus diubah untuk mendukung dialog terbuka dan budaya coaching di semua tingkatan. Komitmen Kepala Sekolah untuk berubah adalah kunci sukses.
Kompetensi coaching diharapkan mampu menciptakan budaya kepemimpinan yang suportif, demokratis, dan berorientasi pada pengembangan potensi di sekolah. Guru profesional akan bertransformasi menjadi leader di kelas mereka sendiri. Dengan coaching, pengembangan profesional guru tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai perjalanan penemuan diri yang didukung penuh oleh pimpinan sekolah.