Guru Minta Penyediaan Laboratorium Sains Modern
Peringatan Hari Guru 2025 kembali menjadi momentum bagi para pendidik untuk menyuarakan pentingnya penyediaan laboratorium sains modern di sekolah. Guru menegaskan bahwa kualitas pembelajaran IPA tidak dapat hanya mengandalkan buku teks atau penjelasan teoritis. Tanpa fasilitas laboratorium yang memadai, siswa sulit mengembangkan rasa ingin tahu, keterampilan investigasi ilmiah, serta kemampuan berpikir kritis yang menjadi tuntutan pendidikan abad ke-21.
Guru dari berbagai daerah melaporkan bahwa banyak sekolah masih menggunakan peralatan laboratorium yang usang, terbatas, atau bahkan tidak memiliki laboratorium sama sekali. Kondisi ini membuat eksperimen sains sering hanya dilakukan secara demonstratif oleh guru atau digantikan dengan video pembelajaran, sehingga pengalaman praktik langsung siswa menjadi sangat minim. Tidak sedikit guru yang harus mengeluarkan biaya pribadi untuk menyediakan alat eksperimen sederhana agar siswa tetap bisa berlatih.
Sekolah yang memiliki laboratorium modern menunjukkan hasil pembelajaran yang jauh lebih baik. Siswa lebih aktif bereksperimen, mampu menghubungkan konsep teori dengan fenomena ilmiah, dan menunjukkan minat lebih tinggi terhadap STEM. Guru berharap pemerintah tidak hanya memperbaiki fasilitas yang sudah ada, tetapi juga menyediakan peralatan sains yang sesuai perkembangan teknologi, seperti sensor digital, mikroskop modern, dan perangkat laboratorium berbasis komputer.
Menurut Prof. Carl Wieman (2021), pemenang Nobel Fisika dan ahli pendidikan sains dari Stanford University, pengalaman eksperimen langsung merupakan elemen kunci dalam menumbuhkan literasi sains. Ia menegaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik terbukti meningkatkan pemahaman konseptual siswa dan membuat mereka lebih mampu menerapkan pengetahuan dalam situasi dunia nyata.
Sementara itu, Prof. Linda Darling-Hammond (2022) dari Stanford Graduate School of Education menambahkan bahwa sekolah membutuhkan laboratorium yang memadai untuk memastikan keadilan akses pembelajaran. Menurutnya, siswa dari sekolah dengan fasilitas terbatas cenderung tertinggal dalam keterampilan STEM, yang berdampak pada peluang pendidikan lanjutan dan pekerjaan di masa depan.
Dengan harapan tinggi di momen Hari Guru 2025, para pendidik berharap penyediaan laboratorium sains modern menjadi prioritas utama dalam kebijakan pendidikan nasional. Mereka meyakini bahwa investasi pada fasilitas sains adalah investasi pada masa depan generasi muda Indonesia.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI