Pendidikan Inklusif Berbasis Digital Sinergi Riset di Era Transformasi Pendidikan Dasar
Gambar. Penyampaian Materi oleh Dr. Trina Fizzanty, Ph. D.
Pentingnya pemahaman orang tua tentang
sekolah inklusi. Sekolah inklusi memungkinkan proses belajar mengajar secara
berdampingan antara murid reguler dan murid inklusi. Kesempatan adanya
paradigma bahwa perbedaan antara murid reguler dan murid inklusi itu menjadi
bekal murid untuk masa depan. Perbedaan itu memang ada, bahkan hingga mereka
dewasa sangat mungkin dijumpai adanya keberagaman masyarakat.
Gambar. Bu Kunti sedang bertanya
Pertanyaan Bu Kunti, S3 Pendidikan
Dasar, banyak guru di sekolah dasar khususnya di Surabaya, pendidikannya
memegang kelas inklusi yang di dalamnya terdapat murid reguler dan inklusi
dibimbing oleh mahasiswa S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar walaupun di S1 PGSD
sudah dikenalkan mata kuliah Pendidikan Inklusi. Akan tetapi realitanya, kalau
tidak ada guru shadow, di sekolah swasta, akan menyebabkan guru tersebut
terlalu kesusahan, murid inklusi kurang diperhatikan, dialihkan ke sekolah luar
biasa saja. Orang tua dengan notabene kurang mampu biasanya anaknya sekolah
negeri di sekolah inklusi. Namun, orang tua dengan notabene mampu, anaknya akan
diterapi atau mengikuti program tumbuh kembang anak. Permasalahan agar bisa
mengegolkan tujuan pemerintah. Saran dari Ibu, agar tetap berjalan, murid dari
keluarga ekonomi menengah ke bawah tetap bisa optimal terfasilitasi sekolahnya
karena jika murid dari ekonomi menengah ke atas bisa memilih sekolah swasta yang
inklusi sebab sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari?
Moderator, Dr. Muhammad Bambang Edi
Siswanto, S. Pd., M. Pd. sebagai moderator seminar nasional menegaskan
pertanyaan Ibu Kunti, S3 Pendidikan Dasar, tentu di sekolah dasar, guru
serabutan, rata-rata guru SD, karena yang di Surabaya memahami inklusi itu di
tingkat sekolah dasar. Jika Sekolah Menengah Pertama, sudah tidak ada
penanganan, baru nanti kalau kuliah di UNESA ada program studi Pendidikan Luar
Biasa. Sekolah inklusi yang siap fasilitas umumnya di sekolah dasar swasta,
sehingga memungkinkan sekolah dasar negeri belum maksimal. Mungkin ada sudut pandang
dari Ibu Dr. Trina Fizzanty, Ph. D. lalu dilanjut Prof. Dr. Minsih, S.Ag.,
M.Pd.
Jawaban Dr. Trina Fizzanty, Ph. D. “Kebutuhan akan murid
berkebutuhan khusus harus diperhatikan. Ketersediaan guru sekolah dasar yang
mampu membimbing kelas inklusi sangat dibutuhkan. Pertama, guru sekolah dasar
inklusi membutuhkan bekal, kemampuan psikologi yang kuat. Mungkin saja dalam satu
wilayah, ide misalnya pemerintah suatu kecamatan mendukung pemda setempat, juga
guru yang bisa melayani pendidikan inklusi satu sekolah, atau dua sekolah. Pemerintah daerah biasanya bertanggungjawab
dengan anggaran.
Penulis
: Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah