Guru Evaluasi Pembelajaran Daring
Peringatan Hari Guru tahun 2025 kembali memunculkan diskusi tentang efektivitas pembelajaran daring yang sempat menjadi tumpuan utama selama masa pandemi. Banyak guru menilai bahwa meskipun pembelajaran daring membawa fleksibilitas, implementasinya masih menghadapi sejumlah kendala serius mulai dari kesiapan perangkat hingga motivasi belajar siswa. Evaluasi menyeluruh pun menjadi agenda penting agar pembelajaran berbasis digital dapat terus dikembangkan secara optimal.
Guru-guru di berbagai daerah mengungkapkan bahwa tantangan terbesar terletak pada kesenjangan akses. Tidak semua siswa memiliki perangkat yang memadai, sementara koneksi internet yang tidak stabil membuat interaksi belajar terganggu. Selain itu, kemampuan literasi digital guru juga masih bervariasi, sehingga diperlukan pelatihan berkelanjutan agar mereka dapat memanfaatkan platform digital secara lebih efektif.
Menurut Prof. Neil Selwyn (2020), pakar edukasi digital dari Monash University, pembelajaran daring kerap gagal bukan karena teknologinya, tetapi karena kurangnya desain pedagogis yang tepat. Ia menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan harus menempatkan kebutuhan belajar siswa sebagai pusat, bukan sekadar memindahkan metode tatap muka ke ruang virtual. Selwyn juga mengingatkan bahwa teknologi pendidikan harus dikritisi, bukan diterima begitu saja, agar tidak menciptakan ketimpangan baru.
Sementara itu, Dr. Andreas Schleicher (2022) dari OECD menyatakan bahwa pembelajaran daring membuka peluang besar untuk personalisasi pembelajaran. Namun ia mengingatkan bahwa keberhasilan model ini sangat bergantung pada desain instruksional yang matang. Schleicher menekankan pentingnya analitik pembelajaran untuk memantau perkembangan siswa dan memberikan intervensi tepat waktu.
Melalui refleksi tahun ini, guru berharap pemerintah dan sekolah terus meningkatkan kualitas infrastruktur digital, menyediakan pelatihan profesional, serta mengembangkan sistem asesmen yang relevan untuk pembelajaran daring. Para pendidik percaya bahwa jika tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi, pembelajaran daring akan menjadi bagian penting dari masa depan pendidikan Indonesia, bukan hanya sebagai solusi darurat tetapi sebagai pendekatan pembelajaran yang berkelanjutan.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI