Guru Berharap Penguatan Pendidikan Seni
Peringatan Hari Guru tahun ini kembali menyoroti pentingnya pendidikan seni sebagai bagian dari pembelajaran yang holistik. Para guru menilai bahwa seni tidak boleh dipandang sebagai mata pelajaran pelengkap, melainkan sebagai ruang ekspresi yang membantu siswa mengembangkan kreativitas, empati, dan kepekaan estetika. Dalam banyak kasus, sekolah masih memprioritaskan mata pelajaran akademik semata, sehingga pelajaran seni belum memperoleh porsi dan fasilitas pembelajaran yang memadai.
Para pendidik menekankan bahwa melalui seni, siswa dapat belajar menghargai keberagaman budaya dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan seperti seni rupa, musik, tari, dan teater memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda dan melengkapi proses perkembangan sosial-emosional siswa. Guru berharap pemerintah dapat menambah jam pelajaran, memperkuat kurikulum seni, dan menyediakan ruang praktik yang lebih baik untuk mendukung kreativitas peserta didik.
Menurut Elliot W. Eisner (2017), tokoh pendidikan seni dari Stanford University, seni berperan penting dalam membentuk kecerdasan estetis dan kemampuan interpretatif siswa. Ia menegaskan bahwa pendidikan seni memberi ruang bagi anak untuk memahami dunia melalui imajinasi dan pengalaman kreatif, bukan hanya melalui logika dan hafalan. Eisner menambahkan bahwa sekolah yang kuat dalam pendidikan seni cenderung menghasilkan peserta didik dengan fleksibilitas berpikir yang lebih tinggi.
Sementara itu, Howard Gardner (2018) dari Harvard University menyatakan bahwa seni berkaitan langsung dengan pengembangan multiple intelligences, terutama kecerdasan musikal, kinestetik, dan interpersonal. Gardner menekankan bahwa seni membantu siswa mengenali gaya belajar mereka dan mengekspresikan identitas diri secara positif. Dengan memperkuat pendidikan seni, sekolah dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan menghargai keunikan setiap peserta didik.
Para guru berharap pemerintah dan sekolah dapat memberikan dukungan nyata, mulai dari penyediaan guru seni profesional hingga sarana yang memadai seperti studio seni dan instrumen musik. Peringatan Hari Guru kali ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang nilai ujian, tetapi juga tentang pengembangan karakter dan kreativitas. Dengan penguatan pendidikan seni, generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih kreatif, berbudaya, dan berdaya saing global.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI