WARISAN SEORANG GURU TIDAK PERNAH HILANG
Sumber gambar: https://share.google/T0J8WQ78bJi1vvsH7
Guru mungkin tidak selalu diingat sebagai individu, tetapi pengaruh mereka tetap hidup dalam diri setiap murid. Warisan seorang guru tidak berupa bangunan megah atau patung, tetapi berupa karakter, pemikiran, kebiasaan, dan keberanian yang mereka tanamkan pada murid. Nilai-nilai inilah yang terus tumbuh bahkan ketika guru tidak lagi ada.
Seorang guru meninggalkan warisan intelektual yang tidak bisa dihancurkan oleh waktu. Murid yang pernah mereka ajar akan meneruskan nilai-nilai itu kepada orang lain. Baik sebagai orang tua, pekerja, pemimpin, maupun anggota masyarakat. Maka, guru memiliki peran yang jauh melampaui ruang kelas.
Warisan guru juga tercermin dalam kemajuan bangsa. Tidak ada negara maju tanpa pendidikan yang kuat. Tidak ada pendidikan yang kuat tanpa guru yang berdedikasi. Sejarah membuktikan bahwa semua perubahan sosial dimulai dari ruang belajar.
Dalam perayaan Hari Guru, kita diajak mengingat kembali kontribusi mereka. Bukan hanya guru yang masih mengajar, tetapi juga mereka yang telah pensiun, bahkan mereka yang sudah meninggalkan dunia. Karena jasa mereka tetap hidup dalam diri generasi penerus.
Terkadang, guru tidak pernah mendengar kata terima kasih dari muridnya. Namun mereka tetap mengajar dengan semangat yang sama. Ini membuktikan bahwa profesi guru adalah panggilan jiwa, bukan hanya pekerjaan.
Warisan guru sangat berbeda dengan profesi lainnya. Ia tidak berwujud, tetapi terasa dalam cara seseorang berpikir dan bertindak. Inilah alasan mengapa profesi guru disebut profesi yang penuh kemuliaan.
Maka Hari Guru adalah momen untuk kembali menghargai warisan yang tidak terlihat itu. Warisan berupa ilmu, karakter, dan semangat untuk terus belajar. Hari Guru mengingatkan kita bahwa hidup seorang guru mungkin terbatas, tetapi pengaruhnya tidak pernah berakhir.
Author: Adinda Budi Julianti
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI