Umpan Balik Guru terhadap Efektivitas Kurikulum Pendidikan HAM Jenjang SD
Guru adalah end user utama dari kurikulum, dan umpan
balik mereka terhadap efektivitas Kurikulum Pendidikan HAM SD sangat penting
untuk siklus penyempurnaan kurikulum. Studi ini bertujuan mengumpulkan
perspektif guru mengenai kemudahan implementasi, relevansi materi, dan tantangan
praktis yang mereka hadapi di kelas.
Umpan balik dikumpulkan melalui gabungan kuesioner berskala
besar (untuk mengukur kepuasan terhadap alokasi waktu dan sumber daya) dan
wawancara terfokus (untuk menggali pandangan kualitatif tentang bagian
kurikulum mana yang paling efektif dan paling sulit diajarkan). Sampel guru
diambil dari berbagai wilayah dan jenis sekolah.
Umpan balik positif terutama diarahkan pada bagian kurikulum
yang mengintegrasikan HAM melalui metode bercerita, studi kasus sederhana, dan
kegiatan role playing. Guru melaporkan bahwa materi ini mudah dipahami
siswa dan membantu menumbuhkan diskusi yang hidup dan reflektif.
Kritik utama guru adalah ketidaksesuaian alokasi waktu yang
minim dengan ambisi materi HAM yang luas. Banyak guru merasa tertekan oleh
target kognitif yang harus dicapai dan tidak memiliki cukup waktu untuk
mengembangkan domain afektif dan keterampilan sosial siswa.
Guru secara konsisten menuntut lebih banyak pelatihan
spesifik tentang metodologi HAM (seperti fasilitasi dialog sulit, mediasi) dan
ketersediaan sumber daya ajar yang kontekstual dan adaptif, terutama untuk
menangani isu HAM yang sensitif (seperti keragaman seksual atau kekerasan) di
kelas.
Kurikulum HAM SD dinilai memiliki potensi, namun
efektivitasnya terhambat oleh keterbatasan dukungan praktis dan pelatihan yang
tidak memadai. Disarankan agar pembuat kebijakan kurikulum melakukan revisi
berdasarkan umpan balik langsung dari guru, terutama terkait alokasi waktu dan
penyediaan modul praktis yang berbasis aktivitas.
Author:
Firstlyta Bulan Aulya Ahmad
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI