Teknik “Drop, Cover, and Hold On” bagi Siswa Berkebutuhan Khusus
Sumber:
Gemini AI
Teknik “Drop,
Cover, and Hold On” merupakan prosedur standar keselamatan saat gempa bumi.
Namun, penerapannya pada siswa berkebutuhan khusus memerlukan penyesuaian yang
sensitif dan individual. Setiap anak memiliki kemampuan fisik, kognitif, dan
sensorik yang berbeda, sehingga pendekatan satu arah tidak selalu efektif.
Langkah pertama
adalah memahami kebutuhan spesifik siswa. Siswa dengan hambatan mobilitas,
sensorik, atau intelektual memerlukan dukungan tambahan saat melakukan gerakan
perlindungan diri. Guru dan pendamping harus mengetahui cara terbaik membantu
siswa tanpa menimbulkan kepanikan atau risiko cedera.
Penyesuaian teknik
dapat dilakukan, misalnya dengan memfokuskan pada perlindungan kepala dan tubuh
bagian vital. Bagi siswa yang sulit berjongkok, perlindungan dapat dilakukan
dengan posisi duduk atau dengan bantuan meja yang dimodifikasi. Intinya adalah
meminimalkan risiko cedera, bukan memaksakan gerakan ideal.
Pelatihan harus
dilakukan secara bertahap dan konsisten. Simulasi untuk siswa berkebutuhan
khusus sebaiknya dilakukan dalam kelompok kecil dengan pendampingan intensif.
Pengulangan dengan ritme yang sama membantu siswa membentuk memori motorik dan
rasa aman.
Komunikasi visual
dan sentuhan yang menenangkan sangat membantu dalam proses latihan. Penggunaan
kartu bergambar, isyarat tangan, atau contoh langsung lebih efektif dibanding
instruksi verbal panjang. Pendekatan ini memastikan siswa memahami apa yang harus
dilakukan tanpa merasa tertekan.
Dengan penyesuaian
yang tepat, teknik “Drop, Cover, and Hold On” tetap dapat diterapkan secara
inklusif. Sekolah yang memperhatikan kebutuhan semua siswa menunjukkan komitmen
terhadap keselamatan dan keadilan. Pendidikan kebencanaan yang inklusif adalah fondasi
sekolah ramah bencana yang sesungguhnya.
Editor: Firstlyta
Bulan