Sikap Transparan Guru, Contoh Baik Bagi Peserta Didik
Transparansi guru menjadi salah satu fondasi
penting dalam membentuk karakter siswa yang jujur dan bertanggung jawab. Guru
yang terbuka dalam penilaian, pengelolaan kelas, dan komunikasi sehari-hari
memberikan contoh nyata bagi peserta didik, menanamkan nilai integritas sejak
dini. Prof. Anneliese Müller, pakar pendidikan karakter dari University of
Heidelberg, Jerman, pada 2025, menegaskan, “Transparansi guru bukan sekadar
prosedur, tetapi teladan moral. Siswa belajar menilai diri sendiri dan memahami
konsekuensi dari tindakan mereka ketika guru bersikap terbuka dan konsisten
dalam setiap keputusan.”
Dr. Jonas Lindberg, ahli etika pendidikan
dari Uppsala University, Swedia, menambahkan bahwa sikap transparan guru
mendorong terciptanya budaya kelas yang adil dan sehat. “Ketika siswa melihat
guru berlaku adil, menjelaskan alasan di balik keputusan, dan mengakui
kesalahan jika terjadi, mereka belajar menghargai integritas dan menolak
perilaku curang,” ujarnya.
Dalam praktik sehari-hari, guru dapat
menunjukkan transparansi melalui penilaian yang jelas, keterbukaan terhadap
pertanyaan siswa, dan komunikasi yang konsisten tentang aturan dan ekspektasi.
Hal ini membuat siswa memahami bahwa integritas bukan teori, tetapi bagian
nyata dari kehidupan sekolah.
Keteladanan guru dalam bersikap transparan
membantu membangun rasa hormat dan kepercayaan antara guru dan siswa.
Lingkungan belajar yang transparan mendorong siswa untuk bertindak jujur,
bertanggung jawab, dan berpikir kritis terhadap pilihan mereka sendiri. Dengan
guru yang menjadi contoh transparansi, sekolah mampu mencetak generasi muda
yang berkarakter kuat, berintegritas tinggi, dan siap menolak praktik curang
serta korupsi. Sikap sederhana guru ini menjadi fondasi penting dalam membangun
budaya pendidikan yang bersih dan etis.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI