Sekolah Sungai: Mitigasi Banjir Berbasis Komunitas Pelajar
Sumber:
Gemini AI
Banjir merupakan
bencana yang sering terjadi di wilayah dengan aliran sungai yang padat
permukiman. Sekolah yang berada di sekitar sungai memiliki potensi besar untuk
menjadi pusat edukasi dan aksi mitigasi banjir melalui konsep “Sekolah Sungai”.
Sekolah Sungai adalah pendekatan pendidikan berbasis komunitas yang melibatkan
siswa secara aktif dalam memahami, menjaga, dan memitigasi risiko banjir di
lingkungan sungai sekitar mereka.
Konsep Sekolah
Sungai menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran, bukan sekadar penerima
informasi. Siswa diajak mengenali fungsi sungai, penyebab banjir, serta dampak
perilaku manusia terhadap lingkungan. Pembelajaran dilakukan secara kontekstual
melalui observasi lapangan, pemetaan sederhana, dan diskusi kelompok. Dengan
cara ini, siswa tidak hanya memahami banjir sebagai fenomena alam, tetapi juga
sebagai masalah sosial dan lingkungan yang dapat dicegah.
Kegiatan Sekolah
Sungai dapat berupa aksi nyata seperti pembersihan sungai, kampanye
anti-sampah, pembuatan biopori, dan penanaman vegetasi bantaran sungai.
Kegiatan ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian siswa terhadap
lingkungan sekitar. Selain itu, keterlibatan siswa dalam aksi mitigasi
meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat karena siswa sering menjadi agen
perubahan di keluarga dan lingkungannya.
Pendekatan ini
juga memperkuat keterampilan abad ke-21, seperti kolaborasi, berpikir kritis,
dan pemecahan masalah. Siswa belajar mengidentifikasi masalah banjir,
menganalisis penyebabnya, dan merancang solusi sederhana yang dapat diterapkan
bersama komunitas. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan proses
belajar, bukan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan.
Sekolah Sungai
idealnya bekerja sama dengan pemerintah desa, komunitas lingkungan, dan BPBD.
Kolaborasi ini memastikan bahwa kegiatan siswa sejalan dengan program mitigasi
daerah dan memiliki dampak nyata. Dukungan pihak luar juga memperkaya
pengalaman belajar siswa melalui pendampingan dan sumber belajar yang beragam.
Melalui Sekolah
Sungai, mitigasi banjir tidak hanya menjadi program teknis, tetapi juga gerakan
pendidikan dan budaya. Siswa tumbuh menjadi generasi yang sadar lingkungan,
tanggap bencana, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat. Inilah bentuk
mitigasi berbasis komunitas yang berkelanjutan dan berakar pada pendidikan.
Editor: Firstlyta
Bulan