Sekolah Dasar Jadi Tempat Strategis Edukasi Kebencanaan
Sekolah dasar dinilai sebagai tempat yang strategis untuk menanamkan
literasi kebencanaan. Pada usia ini, anak berada pada tahap perkembangan yang
mudah menerima informasi baru. Materi kebencanaan dapat menjadi bagian dari
pembelajaran tematik. Anak-anak diajak mengenal jenis bencana yang sering
terjadi di Indonesia. Dengan pendekatan yang tepat, pembelajaran menjadi lebih
bermakna. Sekolah berperan sebagai lingkungan aman untuk belajar kesiapsiagaan.
Guru dapat mengaitkan materi kebencanaan dengan kehidupan sehari-hari
siswa. Misalnya melalui pembahasan banjir yang sering terjadi di lingkungan
sekitar. Anak diajak memahami penyebab dan dampaknya. Selain itu, guru juga
menjelaskan langkah-langkah sederhana yang harus dilakukan. Cara ini membantu
anak memahami konsep tanpa merasa terbebani. Pembelajaran menjadi lebih
kontekstual.
Kegiatan simulasi menjadi salah satu metode yang efektif. Simulasi evakuasi
gempa atau kebakaran dapat melatih refleks anak. Anak belajar mengikuti
instruksi dengan tertib. Kegiatan ini juga melatih kerja sama dan kedisiplinan.
Dengan latihan rutin, anak tidak mudah panik. Simulasi membantu membangun
kesiapan mental.
Pentingnya literasi kebencanaan juga berkaitan dengan keselamatan di
sekolah. Sekolah perlu memiliki jalur evakuasi yang jelas. Anak harus
mengetahui titik kumpul yang aman. Informasi ini harus disosialisasikan secara
berulang. Dengan begitu, anak lebih memahami lingkungan sekolahnya. Rasa aman
pun dapat tercipta.
Melalui pendidikan kebencanaan di sekolah dasar, diharapkan anak menjadi
agen perubahan. Anak dapat menyampaikan pengetahuan yang didapat kepada
keluarga. Dampaknya, kesadaran kebencanaan di masyarakat ikut meningkat.
Pendidikan ini menjadi langkah awal membangun budaya sadar bencana. Sekolah
memegang peran penting dalam upaya tersebut. Literasi kebencanaan perlu terus
dikembangkan.
Editor: Alifatul Hidayah