SD di Semarang Terapkan Modul Kesadaran HIV/AIDS Berbasis Proyek
Sekolah dasar di Semarang mulai menerapkan modul pembelajaran berbasis proyek mengenai kesadaran HIV/AIDS. Siswa diajak menyelesaikan proyek kelompok yang bertema “Peduli Kesehatan”. Proyek ini berlangsung selama tiga minggu. Guru memberikan panduan sederhana untuk setiap tahap. Anak-anak bekerja dalam kelompok kecil. Kegiatan proyek membuat siswa lebih aktif.
Siswa diminta membuat produk berupa poster, booklet, atau cerita pendek. Produk mereka berisi pesan tentang pentingnya hidup bersih dan menghargai sesama. Guru membimbing setiap kelompok agar bekerja sama. Anak-anak bisa membagi peran sesuai kemampuan. Proyek mendorong kreativitas dan pemecahan masalah. Kegiatan berlangsung seru.
Sekolah melibatkan perpustakaan sebagai pusat informasi proyek. Siswa membaca buku kesehatan yang telah diseleksi guru. Buku-buku tersebut berbahasa sederhana dan mudah dipahami. Setiap kelompok mencatat informasi penting. Siswa kemudian membandingkan temuan mereka. Perpustakaan menjadi ruang belajar aktif.
Orang tua diberi kesempatan melihat hasil proyek dalam pameran mini. Mereka tampak bangga melihat kreativitas anak-anak. Banyak orang tua menyebut kegiatan ini membuka wawasan sehat bagi keluarga. Guru menjelaskan tujuan utama proyek. Sekolah memastikan materi tetap sesuai perkembangan anak. Pameran memperkuat nilai kolaborasi.
Program proyek ini juga melibatkan puskesmas setempat. Tenaga medis memberi penjelasan singkat tentang pentingnya empati dalam kesehatan. Mereka menekankan bahwa penyakit tidak boleh menjadi alasan mengejek seseorang. Siswa mendengarkan dengan penuh perhatian. Diskusi singkat berlangsung hangat. Kehadiran ahli membuat proyek semakin bermakna.
Kepala sekolah menyampaikan bahwa hasil evaluasi awal sangat positif. Siswa terlihat lebih peduli terhadap kebersihan dan sikap menghargai teman. Guru merasa proyek ini efektif membangun karakter. Sekolah berencana melanjutkan program pada semester berikutnya. Semarang berharap menjadi daerah percontohan pembelajaran berbasis proyek. Pendidikan kesehatan semakin relevan untuk siswa.
Author: Arika Rahmania
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI