Sampah Plastik dan Perubahan Iklim
Sampah plastik memiliki
keterkaitan dengan perubahan iklim. Produksi plastik menggunakan bahan bakar
fosil. Proses ini menghasilkan emisi gas rumah kaca. Emisi tersebut
berkontribusi pada pemanasan global. Dampaknya dirasakan secara global.
Pembakaran sampah plastik
memperburuk perubahan iklim. Gas beracun dilepaskan ke atmosfer. Polusi udara
meningkat secara signifikan. Suhu bumi terus mengalami kenaikan. Lingkungan
menjadi semakin tidak stabil.
Plastik yang mencemari laut
memengaruhi ekosistem karbon. Fitoplankton berperan menyerap karbon dioksida.
Pencemaran plastik mengganggu peran tersebut. Penyerapan karbon menjadi
berkurang. Perubahan iklim semakin parah.
Kerusakan ekosistem akibat
plastik memperlemah ketahanan alam. Hutan mangrove dan terumbu karang
terganggu. Padahal, ekosistem tersebut menyimpan karbon alami. Kerusakan
menyebabkan pelepasan karbon ke udara. Dampak iklim semakin besar.
Mikroplastik juga berpengaruh
terhadap iklim. Partikel ini mengubah sifat tanah dan air. Siklus alami
lingkungan terganggu. Ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim menurun.
Risiko bencana alam meningkat.
Pengurangan sampah plastik dapat
membantu mitigasi iklim. Mengurangi produksi plastik menekan emisi karbon.
Pengelolaan sampah yang baik mengurangi pembakaran. Lingkungan menjadi lebih
sehat. Upaya ini mendukung keberlanjutan bumi.
Kesadaran akan hubungan plastik
dan iklim perlu ditingkatkan. Tindakan ramah lingkungan harus diterapkan. Gaya
hidup berkelanjutan menjadi solusi utama. Kolaborasi global sangat dibutuhkan.
Bumi yang sehat adalah tanggung jawab bersama.
Author : Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti
Ashlah