Sampah Plastik dan Ketidakseimbangan Ekosistem
Ekosistem bekerja dalam
keseimbangan yang saling terkait. Sampah plastik mengganggu keseimbangan
tersebut. Interaksi antarorganisme menjadi terganggu. Proses alami tidak
berjalan optimal. Ekosistem menjadi rapuh.
Plastik mengubah kondisi habitat
alami. Lingkungan menjadi tidak ramah bagi organisme. Beberapa spesies tidak
mampu beradaptasi. Populasi menurun secara drastis. Ketidakseimbangan ekosistem
terjadi.
Rantai makanan terganggu akibat
plastik. Organisme kecil tercemar terlebih dahulu. Dampak menjalar ke tingkat
lebih tinggi. Predator kehilangan sumber makanan sehat. Ekosistem kehilangan
stabilitas.
Ketidakseimbangan juga terlihat
pada siklus alam. Dekomposisi berjalan lambat. Siklus nutrisi terganggu. Energi
tidak mengalir dengan baik. Fungsi ekosistem melemah.
Ekosistem yang tidak seimbang
rentan terhadap bencana. Banjir dan kekeringan mudah terjadi. Ketahanan alam
menurun drastis. Dampak perubahan iklim semakin terasa. Risiko ekologis
meningkat.
Manusia ikut terdampak
ketidakseimbangan ekosistem. Sumber daya alam berkurang. Kualitas hidup
menurun. Konflik pemanfaatan sumber daya meningkat. Keberlanjutan terancam.
Menjaga keseimbangan ekosistem
sangat penting. Pengurangan plastik menjadi prioritas. Perlindungan habitat
harus ditingkatkan. Kesadaran ekologis perlu dibangun. Ekosistem seimbang
menjamin kehidupan.
Author : Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah