Sampah Plastik dan Kerusakan Ekosistem Darat
Sampah plastik tidak hanya
mencemari laut, tetapi juga ekosistem darat. Plastik sering ditemukan di lahan
terbuka dan pemukiman. Sampah tersebut sulit terurai dalam waktu singkat.
Akibatnya, lingkungan darat menjadi tercemar. Keindahan alam pun berkurang.
Tanah yang tercemar plastik
mengalami penurunan kualitas. Plastik menghalangi peresapan air hujan. Hal ini
meningkatkan risiko banjir. Akar tanaman sulit berkembang dengan baik.
Produktivitas pertanian pun menurun.
Hewan darat juga terdampak oleh
sampah plastik. Ternak sering memakan plastik bersama pakan. Plastik dapat
menyebabkan gangguan pencernaan. Banyak hewan mengalami sakit bahkan kematian.
Kondisi ini merugikan peternak.
Pembakaran sampah plastik
menimbulkan masalah baru. Asap pembakaran mengandung zat beracun. Udara menjadi
tercemar dan berbahaya. Gangguan pernapasan dapat terjadi pada manusia.
Lingkungan sekitar menjadi tidak sehat.
Sampah plastik juga merusak
estetika lingkungan. Lingkungan yang kotor menurunkan kenyamanan hidup. Kawasan
hijau kehilangan fungsinya. Aktivitas sosial masyarakat terganggu. Kualitas
hidup menjadi menurun.
Pengelolaan sampah yang buruk
memperparah kondisi ini. Kurangnya fasilitas pengolahan sampah menjadi penyebab
utama. Kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan. Pemilahan sampah belum
dilakukan secara optimal. Akibatnya, plastik terus menumpuk.
Solusi harus dilakukan secara berkelanjutan. Penggunaan plastik ramah lingkungan perlu didorong. Daur ulang menjadi langkah penting. Edukasi lingkungan harus dimulai sejak dini. Ekosistem darat perlu dijaga bersama.
Author : Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti
Ashlah