Sampah Plastik dan Kerentanan Ekosistem terhadap Bencana
Ekosistem yang sehat mampu
meredam bencana alam. Sampah plastik melemahkan kemampuan tersebut. Lingkungan
kehilangan fungsi perlindungannya. Risiko bencana meningkat. Kerentanan
ekosistem semakin besar.
Sampah plastik menyumbat aliran
air. Sungai dan drainase tidak berfungsi optimal. Banjir mudah terjadi saat
hujan. Dampaknya merusak permukiman. Kerugian sosial meningkat.
Di pesisir, plastik merusak
mangrove dan terumbu karang. Padahal ekosistem ini melindungi pantai. Gelombang
laut tidak teredam. Abrasi meningkat secara signifikan. Wilayah pesisir menjadi
rentan.
Kerusakan ekosistem memperparah
dampak perubahan iklim. Ketahanan alam menurun. Bencana menjadi lebih sering
dan intens. Pemulihan semakin sulit. Lingkungan semakin tertekan.
Masyarakat paling terdampak oleh
bencana ekologis. Kelompok rentan menghadapi risiko tinggi. Kehilangan tempat
tinggal dan mata pencaharian terjadi. Ketahanan sosial menurun. Krisis
kemanusiaan berpotensi muncul.
Pencegahan bencana harus berbasis
ekosistem. Lingkungan sehat menjadi benteng alami. Pengurangan sampah plastik
sangat penting. Restorasi ekosistem perlu dilakukan. Ketahanan lingkungan harus
diperkuat.
Dengan ekosistem yang
terlindungi, risiko bencana berkurang. Kehidupan menjadi lebih aman.
Pembangunan berkelanjutan tercapai. Lingkungan dan manusia saling mendukung.
Pencegahan dimulai dari menjaga alam.
Author : Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah