Sampah Plastik dan Ancaman terhadap Satwa Liar
Satwa liar sangat rentan terhadap pencemaran plastik.
Habitat alami mereka sering tercemar sampah. Plastik mengganggu ruang hidup
satwa. Banyak hewan terjerat atau tertelan plastik. Ancaman ini terjadi di
darat dan laut.
Hewan darat sering memakan plastik tanpa sengaja. Plastik
bercampur dengan sisa makanan. Sistem pencernaan hewan terganggu. Banyak satwa
mengalami kelaparan. Risiko kematian meningkat.
Di laut, satwa liar menghadapi ancaman serius. Penyu sering
mengira plastik sebagai ubur-ubur. Burung laut menggunakan plastik untuk
sarang. Kondisi ini membahayakan anak satwa. Populasi satwa terus menurun.
Plastik juga menyebabkan cedera fisik. Jeratan plastik
melukai tubuh hewan. Gerak dan kemampuan berburu terganggu. Hewan menjadi lemah
dan rentan. Tingkat kelangsungan hidup menurun.
Ancaman ini berdampak pada keanekaragaman hayati. Banyak
spesies terancam punah. Kehilangan satwa mengganggu keseimbangan ekosistem.
Fungsi ekologis tidak berjalan optimal. Kerusakan bersifat jangka panjang.
Perlindungan satwa liar harus ditingkatkan. Habitat alami
perlu dijaga kebersihannya. Pengurangan sampah plastik menjadi solusi utama.
Penegakan hukum lingkungan sangat penting. Konservasi menjadi tanggung jawab
bersama.
Masyarakat memiliki peran besar dalam perlindungan satwa.
Kesadaran lingkungan harus ditanamkan. Perilaku ramah lingkungan perlu
dibiasakan. Setiap tindakan kecil berdampak besar. Satwa liar dapat hidup lebih
aman.
Author : Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti
Ashlah