Risiko Kerusakan Terumbu Karang Akibat Pengasaman Samudra
Sumber: Gemini
AI
Peningkatan gas karbon dioksida di atmosfer tidak hanya menyebabkan
pemanasan bumi tetapi juga pengasaman air laut. Lautan menyerap sebagian besar
emisi karbon yang menyebabkan penurunan tingkat keasaman atau pH air samudra.
Kondisi air laut yang lebih asam ini menghambat proses kalsifikasi pada
pembentukan terumbu karang kita. Karang menjadi lebih rapuh dan mudah hancur
jika terkena hantaman ombak atau aktivitas manusia laut. Kehilangan terumbu
karang berarti hilangnya pelindung pantai alami dan habitat bagi ribuan biota
laut.
Fenomena pengasaman laut ini terjadi secara perlahan namun dampaknya
bersifat permanen bagi ekosistem perairan dalam. Banyak moluska dan organisme
bercangkang lainnya kesulitan membangun pelindung tubuh mereka di air yang
asam. Hal ini merusak dasar rantai makanan laut yang akan berdampak luas pada
populasi ikan besar. Nelayan mulai merasakan perubahan pada jenis tangkapan
mereka yang kian hari semakin berkurang jumlahnya. Ilmuwan kelautan terus
melakukan penelitian untuk memantau tingkat keasaman di berbagai wilayah
perairan nusantara.
Upaya mitigasi dilakukan dengan cara menekan emisi karbon secara global
melalui berbagai kesepakatan internasional yang kuat. Indonesia berkomitmen
untuk menurunkan emisi gas rumah kaca melalui kebijakan transisi energi yang
ramah lingkungan. Selain itu, penanaman padang lamun dilakukan karena
kemampuannya dalam menyerap karbon di dalam air laut. Padang lamun yang sehat
dapat membantu menyeimbangkan tingkat keasaman air di sekitar area terumbu
karang. Kerja sama lintas negara diperlukan karena masalah pengasaman laut
adalah krisis yang melintasi batas wilayah.
Masyarakat pesisir diajak untuk tidak menambah beban ekosistem laut dengan
membuang limbah cair kimiawi. Penggunaan sabun dan pembersih yang ramah
lingkungan sangat dianjurkan bagi hotel-hotel di pinggir pantai wisata. Kita
juga harus menghentikan aktivitas penambangan karang yang masih sering terjadi
di beberapa daerah terpencil. Edukasi mengenai bahaya pengasaman laut perlu
dimasukkan ke dalam materi literasi maritim bagi generasi muda. Kesadaran untuk
menjaga laut dari polusi karbon adalah investasi bagi kelangsungan ekologi masa
depan.
Terumbu karang Indonesia adalah salah satu kekayaan dunia yang harus kita pertahankan dengan segala upaya. Kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisan bawah laut ini dari kerusakan akibat iklim. Setiap langkah dalam mengurangi jejak karbon pribadi akan memberikan napas bagi karang untuk bertahan. Mari kita jaga laut kita agar tetap biru, bersih, dan penuh dengan kehidupan yang indah. Masa depan ekosistem maritim ada di tangan keputusan yang kita ambil sebagai manusia hari ini.