REFLEKSI HARI GURU: SUDAHKAH KITA MENGHARGAI MEREKA?
Sumber gambar: https://share.google/PUwgscxPRkZ7i3tNW
Setiap tahun, peringatan Hari Guru hadir sebagai momentum apresiasi. Namun, pertanyaan yang layak kita renungkan adalah: apakah penghargaan itu hanya berlangsung sehari? Dalam kenyataan sehari-hari, masih banyak guru yang bekerja dengan kondisi jauh dari ideal. Gaji yang tidak selalu sesuai, fasilitas belajar terbatas, serta beban administrasi yang berat menjadi tantangan yang sering mereka hadapi.
Di sisi lain, masih ada sebagian masyarakat yang memandang guru sebagai pekerjaan biasa, bukan profesi mulia yang membutuhkan dedikasi dan keahlian. Padahal, proses mendidik manusia adalah tugas yang mungkin paling sulit—karena objeknya adalah pikiran, karakter, dan masa depan seseorang.
Guru bukan hanya menyampaikan pengetahuan. Mereka membentuk cara berpikir, menanamkan nilai, dan mempengaruhi cara seseorang memandang dunia. Banyak dari kita mungkin lupa, tetapi ada kalimat sederhana dari seorang guru yang mengubah arah hidup kita.
Ketika kita berhasil, seringkali kita menyebut kerja keras kita sendiri. Namun jika kita melihat lebih dalam, ada wajah-wajah guru di balik keberhasilan itu—mereka yang percaya pada kita saat kita belum percaya diri.
Momen Hari Guru seharusnya menjadi ruang untuk berkata: "Terima kasih." Terima kasih bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga dengan memperbaiki cara kita memandang profesi ini. Apresiasi yang tulus seringkali lebih berarti daripada upacara seremonial.
Karena itu, hari ini bukan hanya hari untuk merayakan para pengajar, tetapi juga hari untuk mengingat bahwa pendidikan hanya akan maju jika gurunya dihargai. Dan mungkin, yang paling penting, Hari Guru mengajak kita mengingat satu hal yaitu di balik setiap orang hebat selalu ada guru.
Author: Adinda Budi Julianti
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI