Refleksi Hari Guru: Pemerataan Gizi Siswa Jadi Sorotan
Peringatan Hari Guru tahun ini membawa isu baru yang menjadi perhatian para pendidik: pemerataan gizi siswa. Guru di berbagai daerah menilai bahwa kualitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kesehatan siswa, terutama asupan gizi harian. Banyak guru mengaku masih menemukan siswa yang datang ke sekolah tanpa sarapan atau mengalami kekurangan energi, yang berdampak langsung pada fokus dan prestasi belajar mereka.
Para pendidik menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya dapat dicapai melalui kurikulum atau teknologi, tetapi juga melalui pemenuhan kebutuhan dasar siswa. Prof. Corinna Hawkes (2025), pakar gizi dari City University of London, menyatakan bahwa “anak yang kekurangan gizi memiliki kapasitas belajar yang lebih rendah; intervensi gizi di sekolah terbukti meningkatkan kemampuan kognitif dan partisipasi kelas.” Pendapat ini memperkuat pernyataan guru bahwa program gizi harus menjadi bagian integral dari kebijakan pendidikan.
Selain itu, kesenjangan gizi antarwilayah menjadi perhatian penting. Di daerah pedesaan dan 3T, banyak siswa yang belum menerima akses makanan bergizi secara rutin. Dr. Boyd Swinburn (2025) dari University of Auckland menegaskan bahwa “pemerataan gizi adalah investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia; negara yang mengabaikannya akan menghadapi ketimpangan pendidikan yang semakin lebar.” Guru melihat bahwa perbedaan status gizi siswa sangat memengaruhi keaktifan dan konsentrasi selama pembelajaran.
Guru berharap pemerintah memperkuat program makanan sehat di sekolah, termasuk penyediaan sarapan bergizi, kantin sehat, dan edukasi nutrisi bagi siswa serta orang tua. Beberapa sekolah yang sudah menerapkan program gizi menunjukkan peningkatan positif, baik dalam kehadiran siswa maupun motivasi mereka untuk belajar. Program sederhana seperti pembagian buah mingguan terbukti membawa dampak signifikan terhadap kebiasaan makan siswa.
Momentum Hari Guru menjadi pengingat bahwa pendidikan yang berkualitas hanya dapat tercapai jika siswa berada dalam kondisi fisik yang sehat dan kuat. Dengan kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan orang tua, pemerataan gizi dapat menjadi langkah strategis untuk menciptakan generasi yang lebih cerdas, sehat, dan siap bersaing di masa depan. Guru berharap isu ini tidak lagi dianggap sepele, tetapi menjadi prioritas nasional dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI