Refleksi Hari Guru: Kesejahteraan Pendidik Perlu Prioritas
https://chatgpt.com/c/6926009a-0488-8325-9652-05851767115f
Peringatan Hari Guru kembali menjadi cermin untuk melihat kondisi para pendidik di Indonesia. Di balik dedikasi mereka yang tak pernah padam, masih banyak persoalan kesejahteraan yang belum terselesaikan. Mulai dari beban kerja yang berat, ketidakpastian status kepegawaian, hingga kesenjangan pendapatan antar daerah, semuanya menjadi suara refleksi yang makin keras terdengar dari ruang-ruang kelas.
Dalam diskusi pendidikan nasional, para guru menegaskan bahwa kesejahteraan bukan sekadar soal gaji, tetapi tentang jaminan rasa aman untuk bekerja, berkembang, dan fokus mendidik peserta didik. Banyak guru masih harus bekerja rangkap mengajar, mengurus administrasi, hingga menjalankan tugas tambahan yang membuat waktu mereka untuk mempersiapkan pembelajaran menjadi sangat terbatas. Kondisi ini kerap menghambat upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Pakar pendidikan internasional, Prof. Yong Zhao (University of Kansas, 2023), menekankan bahwa negara dengan mutu pendidikan tinggi selalu memulai dari kesejahteraan dan penghargaan terhadap guru. “Guru yang sejahtera cenderung lebih kreatif, lebih inovatif, dan lebih mampu membangun lingkungan belajar yang positif,” ujarnya. Pernyataan ini relevan bagi Indonesia, yang sedang mendorong transformasi pendidikan di tengah tuntutan global.
Masalah kesejahteraan juga berhubungan langsung dengan motivasi kerja. Ketika guru merasa dihargai dan didukung secara nyata, mereka mampu memberikan performa terbaik. Namun sebaliknya, ketika kesejahteraan terabaikan, potensi frustrasi dan burnout meningkat. Dampaknya langsung terasa pada siswa: pembelajaran menjadi kurang optimal, inovasi mandek, dan iklim sekolah menjadi kurang bergairah.
Refleksi Hari Guru ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk membenahi sistem kesejahteraan guru secara lebih komprehensif. Tidak hanya menaikkan pendapatan, tetapi juga menyederhanakan beban administrasi, memperluas akses pelatihan berkualitas, serta memastikan kesetaraan fasilitas bagi guru di seluruh wilayah Indonesia. Masa depan pendidikan Indonesia berada di tangan para pendidik. Jika guru ingin melahirkan generasi emas, maka negara harus terlebih dahulu menghadirkan kebijakan yang menempatkan kesejahteraan mereka sebagai prioritas. Hari Guru bukan hanya perayaan tetapi panggilan untuk memperbaiki masa depan pendidikan bersama.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI