Program Menulis Jurnal Kesehatan Latih Refleksi Diri Siswa
Sekolah mulai menerapkan program menulis jurnal kesehatan sebagai bagian kurikulum kesadaran HIV/AIDS. Siswa diminta menulis pengalaman sederhana tentang perilaku sehat. Guru memberikan tema seperti mencuci tangan atau menjaga jarak aman. Menulis jurnal membantu siswa memahami kebiasaan positif. Aktivitas dilakukan rutin setiap minggu. Anak-anak terlihat menikmati kegiatan ini.
Guru memberi contoh jurnal sederhana sebagai acuan. Bahasa dibuat ringan agar siswa mudah meniru. Anak-anak didorong menulis dengan jujur sesuai pengalaman. Guru memberikan umpan balik positif. Kegiatan ini meningkatkan kemampuan menulis. Jurnal menjadi wadah refleksi.
Menulis jurnal membantu siswa mengenali kebiasaan sehari-hari. Anak belajar mengevaluasi tindakan mereka. Guru memfasilitasi diskusi setelah sesi menulis. Siswa berbagi pengalaman yang relevan. Aktivitas ini meningkatkan empati. Kelas menjadi lebih suportif.
Sekolah menyediakan buku jurnal khusus untuk setiap siswa. Orang tua diminta membantu anak konsisten menulis di rumah. Jurnal juga bisa dihias agar lebih menarik. Guru menyimpan jurnal sebagai dokumentasi perkembangan siswa. Program ini memperkuat kolaborasi rumah-sekolah. Anak semakin termotivasi.
Jurnal kesehatan mengajarkan siswa mencatat hal-hal positif. Guru memastikan topik tetap aman dan sesuai usia. Siswa belajar mengekspresikan pikiran secara tertata. Kegiatan menulis mengembangkan kemampuan literasi. Anak lebih memahami pesan kesehatan melalui refleksi. Program ini memiliki dampak baik.
Pengembangan jurnal kesehatan akan terus berlanjut. Guru ingin menambah variasi tema. Metode ini dinilai efektif dalam pendidikan dasar. Kurikulum kesadaran HIV/AIDS semakin kaya strategi. Anak menjadi penulis kecil yang peduli kesehatan. Pelajaran terasa lebih personal dan bermakna.
Author: Arika Rahmania
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI