PPG Penguatan Project-Based Learning: Calon Guru Wajib Hasilkan Karya Inovatif Lintas Disiplin
Sumber: Gemini AI
Kurikulum Pendidikan Profesi Guru (PPG) kini diperkuat dengan penekanan masif pada metode Project-Based Learning (PjBL). Calon guru diwajibkan menguasai perancangan dan pelaksanaan PjBL yang menghasilkan karya nyata dan inovatif, seringkali melibatkan kolaborasi lintas disiplin. Tujuannya adalah mencetak guru yang mampu mengelola pembelajaran yang otentik, relevan, dan mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa. PjBL adalah jembatan menuju Kurikulum Merdeka.
Pelatihan PPG PjBL mencakup tahapan mendefinisikan masalah riil, merancang pertanyaan penting (driving question), mengorganisasi sumber daya dari berbagai mata pelajaran, hingga memfasilitasi presentasi publik (public exhibition). Calon guru dituntut membuat prototipe solusi, seperti alat peraga berbasis Internet of Things (IoT) atau program kampanye sosial yang disahkan oleh komunitas. LPTK bertransformasi menjadi laboratorium inovasi.
Peningkatan kompetensi ini secara fundamental meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam merancang pengalaman belajar yang mendalam. Lulusan PPG akan mampu membimbing siswa untuk bekerja sama, berpikir kritis, dan memecahkan masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan oleh satu mata pelajaran saja. Kompetensi profesional guru terasah dalam menganalisis keberhasilan proyek dan melakukan refleksi.
Tantangan utama adalah memastikan bahwa proyek yang dirancang memiliki nilai substantif dan bukan sekadar kerajinan tangan. Diperlukan kolaborasi erat antara dosen-dosen lintas keilmuan di LPTK untuk memodelkan PjBL yang benar-benar interdisipliner. Kepala sekolah harus menyediakan fleksibilitas waktu dan sumber daya untuk mendukung proyek-proyek besar di sekolah. Konsistensi dalam implementasi PjBL adalah kunci.
PPG Penguatan Project-Based Learning diharapkan mampu mencetak guru profesional yang ahli dalam memimpin pembelajaran transformatif. Guru akan menjadi arsitek pengalaman belajar yang menghasilkan siswa dengan portofolio karya nyata. Inovasi ini memastikan bahwa pendidikan Indonesia fokus pada kompetensi, bukan hanya konten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.