PERJUANGAN AWAL GURU INDONESIA SEBELUM HARI GURU NASIONAL
Sumber gambar: pinterest
Sebelum Indonesia memiliki Hari Guru Nasional, perjuangan guru sebagai pelopor pendidikan telah dimulai bahkan sejak masa kolonial. Guru pada masa itu bukan hanya mengajar, tetapi juga membawa semangat kebangsaan melalui pendidikan. Mereka sadar bahwa ilmu pengetahuan adalah salah satu kunci pembebasan bangsa dari penjajahan.
Pada awal abad ke-20, para pendidik pribumi mulai membentuk organisasi guru seperti Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB), Muhammadiyah, dan Taman Siswa. Gerakan ini tidak hanya memperjuangkan hak guru tetapi juga membuka akses pendidikan bagi rakyat yang sebelumnya hanya terbatas untuk golongan tertentu. Langkah ini menunjukkan bahwa perjuangan guru bukan sekadar profesi, tetapi sebuah misi nasional.
Ketika Indonesia memasuki era kemerdekaan, guru memegang peran strategis dalam membangun sistem pendidikan nasional. Mereka menjadi motor utama dalam mengajarkan nilai patriotisme, kebangsaan, dan cita-cita kemerdekaan kepada generasi muda. Para guru ini bekerja dalam kondisi yang terbatas, tetapi semangat pengabdian mereka menjadi fondasi kuat bagi pendidikan Indonesia
Pengakuan formal terhadap jasa guru kemudian diwujudkan melalui lahirnya Hari Guru Nasional pada 25 November 1994, yang bertepatan dengan berdirinya PGRI. Peringatan ini bukan hanya mengenang sejarah tetapi juga menghormati seluruh bentuk perjuangan guru dari masa ke masa.
Kini, Hari Guru menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan Indonesia lahir dari dedikasi, ketulusan, dan perjuangan guru. Mereka adalah fondasi pembentukan karakter bangsa dan agen perubahan menuju masa depan yang lebih baik.
Author: Adinda Budi Julianti
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI