Peran Literasi Kebencanaan dalam Mengurangi Dampak Trauma Anak
Bencana tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga trauma
psikologis. Anak-anak sangat rentan mengalami trauma akibat bencana. Literasi
kebencanaan membantu mengurangi dampak tersebut. Anak yang memahami situasi
darurat cenderung lebih siap secara mental. Pengetahuan memberikan rasa aman.
Anak tidak merasa sepenuhnya kehilangan kendali. Trauma dapat diminimalkan.
Pendidikan kebencanaan mengajarkan anak mengenali situasi berbahaya. Anak
memahami bahwa bencana adalah peristiwa alam. Pemahaman ini membantu anak
menerima kejadian dengan lebih baik. Anak tidak menyalahkan diri sendiri. Sikap
realistis mulai terbentuk. Pendidikan memberikan pemahaman yang menenangkan.
Anak lebih resilien.
Latihan kesiapsiagaan membantu anak menghadapi ketidakpastian. Anak
terbiasa dengan prosedur penyelamatan. Hal ini mengurangi rasa takut terhadap
hal yang tidak diketahui. Anak merasa lebih siap. Rasa percaya diri meningkat.
Pendidikan kebencanaan berdampak positif pada kesehatan mental. Anak lebih
stabil secara emosional.
Peran guru dan orang tua sangat penting dalam proses ini. Dukungan
emosional perlu diberikan secara konsisten. Anak perlu merasa didengar dan
dipahami. Lingkungan yang aman membantu pemulihan psikologis. Literasi
kebencanaan menjadi bagian dari perlindungan anak. Pendidikan tidak hanya fokus
pada fisik. Aspek mental juga diperhatikan.
Dengan literasi kebencanaan sejak dini, anak lebih kuat menghadapi dampak
bencana. Risiko trauma jangka panjang dapat ditekan. Pendidikan ini memberikan
perlindungan menyeluruh. Anak tumbuh dengan ketahanan mental yang baik. Upaya
ini sangat penting di negara rawan bencana. Literasi kebencanaan harus terus
dikembangkan. Anak berhak tumbuh dengan rasa aman.
Editor: Alifatul Hidayah