Peran Keluarga dalam Membangun Komunikasi Positif tentang Makanan
Komunikasi positif tentang makanan sangat berpengaruh terhadap sikap anak. Keluarga menjadi ruang utama terjadinya komunikasi tersebut. Anak membentuk persepsi dari percakapan sehari-hari. Oleh karena itu, komunikasi perlu dikelola dengan baik.
Orang tua dapat menggunakan bahasa yang mendukung saat membahas makanan. Hindari label negatif pada makanan tertentu. Pendekatan positif membuat anak lebih terbuka. Anak merasa aman untuk mencoba.
Keluarga dapat melibatkan anak dalam diskusi menu. Keterlibatan meningkatkan rasa dihargai. Anak merasa pendapatnya penting. Proses ini memperkuat hubungan keluarga.
Komunikasi positif juga mencakup penerimaan terhadap selera anak. Orang tua menghargai perbedaan selera. Anak tidak merasa dipaksa. Hubungan anak dengan makanan menjadi lebih sehat.
Selain itu, keluarga dapat membahas makanan sebagai sumber energi. Penekanan pada manfaat lebih efektif. Anak memahami tujuan makan sehat. Kesadaran ini tumbuh secara alami.
Dengan komunikasi positif, sikap anak terhadap makanan menjadi lebih baik. Keluarga berperan sebagai fasilitator. Lingkungan yang mendukung sangat diperlukan. Kebiasaan makan sehat pun berkembang.
Penulis : Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah