Peran Guru PPKn dalam Membangun Kesadaran Antikorupsi
Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (PPKn) tidak hanya mengajarkan hak dan kewajiban warga negara,
tetapi juga menjadi wadah strategis untuk menanamkan kesadaran antikorupsi pada
siswa. Guru PPKn memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa yang
jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas sejak dini.
Prof. Maria Gonzalez,
pakar pendidikan karakter dari University of Barcelona, Spanyol, pada 2025,
menekankan, “Guru PPKn berfungsi sebagai teladan moral. Dengan mengaitkan
materi kewarganegaraan dan nilai-nilai integritas dalam kegiatan belajar, siswa
belajar memahami pentingnya kejujuran dan menolak perilaku curang sejak usia
sekolah dasar hingga menengah.”
Dr. Lars Becker, ahli
etika pendidikan dari University of Copenhagen, Denmark, menambahkan bahwa guru
PPKn dapat menggunakan pendekatan interaktif untuk menumbuhkan kesadaran
antikorupsi. “Diskusi kasus nyata, simulasi dilema etika, dan proyek kolaboratif
membuat siswa belajar berpikir kritis dan memahami dampak negatif dari perilaku
korup,” ujarnya.
Selain materi formal,
guru PPKn juga menekankan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, seperti
transparansi dalam penilaian, adil dalam memberi tugas, dan jujur dalam
interaksi dengan siswa. Keteladanan ini membantu siswa meniru perilaku etis dan
menginternalisasi nilai integritas.
Pendekatan humanistik dan
partisipatif dalam pembelajaran PPKn memungkinkan siswa merasa dihargai dan
memiliki tanggung jawab moral atas keputusan mereka sendiri. Hal ini menjadi
langkah efektif dalam membangun kesadaran antikorupsi secara berkelanjutan.
Dengan peran guru PPKn
yang konsisten menanamkan nilai integritas, sekolah dapat menjadi ruang
pendidikan yang mendidik siswa tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga
bermoral tinggi. Generasi muda yang dibentuk melalui pendidikan antikorupsi ini
diharapkan mampu menjadi warga negara yang beretika dan berintegritas di masa
depan.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI