Peran Guru dalam Pembentukan Akhlak Mulia dan Nilai-nilai Keimanan di Era Digital
Sumber:
Dibuat menggunakan Gemini (AI Google)
Di era digital yang penuh arus informasi bebas, pembentukan
akhlak mulia dan nilai keimanan menjadi lebih menantang daripada sebelumnya.
Informasi yang tidak terkontrol berpotensi memengaruhi pola pikir dan perilaku
siswa. Guru hadir sebagai murabbi, yaitu pendidik jiwa yang tidak hanya
menyampaikan materi akademik, tetapi juga memberikan keteladanan moral dan
spiritual. Peran ini tidak tergantikan meskipun teknologi semakin berkembang.
Guru mengintegrasikan nilai keimanan dan akhlak mulia ke
dalam pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran non-agama. Mereka dapat
menanamkan nilai kejujuran saat mengajar matematika, nilai tanggung jawab saat
mengajar IPA, atau nilai kepedulian sosial dalam pembelajaran IPS. Integrasi
nilai dilakukan secara alami, tidak menggurui, dan disesuaikan dengan konteks
materi. Pendekatan humanis dan penuh kasih sayang menjadi kunci agar siswa
menyerap nilai tersebut tanpa tekanan.
Tantangan di era digital adalah memastikan teknologi tidak
merusak nilai moral siswa. Guru harus mengajarkan literasi digital, etika
bermedia, dan penggunaan internet secara bijak. Teknologi kemudian digunakan
sebagai alat untuk memperkuat nilai, misalnya membuat konten positif, mencari
informasi keagamaan yang benar, atau mengikuti komunitas belajar daring yang
mendukung karakter baik. Dengan demikian, teknologi tidak dihindari, tetapi
diarahkan secara benar.
Dampak peran guru sangat besar dalam pembentukan karakter
siswa. Guru yang berintegritas menciptakan suasana kelas yang aman dan penuh
keteladanan. Siswa akan lebih mudah meniru perilaku baik daripada hanya
mendengarkan teori moral. Pembelajaran nilai menjadi pengalaman nyata yang
berlanjut hingga kehidupan siswa sehari-hari.
Guru akhirnya menjadi benteng moral yang membimbing siswa
menghadapi disrupsi nilai di era digital. Peran mereka sebagai pendidik jiwa
menjadikan pendidikan tetap memiliki ruh kemanusiaan, bukan sekadar transfer
pengetahuan.
Penulis: Firstlyta Bulan Aulia Ahmad
Editor: Alifatul Hidayah